Tampilkan postingan dengan label perpustakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perpustakaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Agustus 2021

[Bibliostation] Museum dan Perpustakaan Memorabilia Ir. Soekarno

 

Memasuki Agustus, tentu ada satu hari yang akan diingat warga Indonesia yaitu Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus. Salah satu pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan tidak lain adalah presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Tahukah kamu, ada museum dan perpustakaan berisi memorabilia beliau di Blitar (Jawa Timur) dan Denpasar (Bali). Kali ini, Penfi akan membawa kalian ke kedua tempat itu sekaligus. Yuk, mari intip isi museum-museum penuh sejarah ini!  


SEKILAS:

Museum Bung Karno pertama yang kita kunjungi ada di Blitar. Rasanya tidak ada warga Blitar yang tidak pernah mengunjungi museum ini. Selain museum, di komplek itu juga terdapat makam dan perpustakaan Bung Karno. Yup, presiden pertama Indonesia meninggal pada 21 Juni 1970 dan dimakamkan di Blitar.


Museum dan perpustakaan Bung Karno ini diresmikan pada 3 Juli 2004 oleh Megawati Soekarno Putri. Museum dan perpustakaan menyimpan banyak barang bersejarah dan penting dan bermanfaat dalam menunjang pengetahuan berbagai lapis masyarakat.

 


Penfi sendiri sangat ingin ke sana, terutama menjelejah perpustakaannya yang dinamakan Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Koleksinya sungguh banyak. Mau tahu? Nih isi gedung perpustakaannya:

  1. Koleksi Khusus (Gedung A, Lantai 1 Timur)
    Berupa biografi Bung Karno, buku-buku karya Bung Karno, buku-buku tentang Bung Karno, dan buku tentang koleksi lukisan dan patung Bung Karno.
  2. Koleksi Referensi (Gedung A, Lantai 1 Timur)
    a. Kamus, elektronika, fisika, kimia, komputer, filsafat, pariwisata, istilah perbankan, dsb.
    b. Ensiklopedia
    c. Perundang-undangan
    d. Buku-buku langka
  3. Terbitan Berkala (Gedung A, Lantai 1 Timur)
    a. Koran
    b. Majalah
    c. Tabloid
  4. Koleksi Umum (Gedung A, Lantai 2 Timur/Barat)
    Jenis koleksinya berupa karya umum, filsafat, agama, ilmu-ilmu sosial, bahasa, ilmu-ilmu murni, ilmu-ilmu terapan (teknologi), kesenian dan olahraga, kesusasteraan, sejarah dan geografi.
  5. Koleksi Nonbuku (Gedung A, Lantai 1 Barat)
    a. Lukisan Bung Karno
    b. Peninggalan Bung Karno, berupa baju dan koper
    c. Uang seri Bung Karno, tahun 1964
    d. Serial lukisan Bung Karno di Rengasdengklok sebelum kemerdekaan
    e. Foto-foto Bung Karno sejak muda sampai menjadi presiden
  6. Koleksi Anak dan Remaja (Gedung B)
    Jenis koleksinya berupa karya umum, filsafat, agama, ilmu-ilmu sosial, bahasa, ilmu-ilmu murni, ilmu-ilmu terapan (teknologi), kesenian dan olahraga, kesusasteraan, sejarah dan geografi.
  7. Koleksi Audio-visual
    Berupa CD pidato Bung Karno, VCD ilmu pengetahuan dan dokumenter, dsb.

 

Wah, isinya sangat menggoda!

 


Selain di Blitar, museum dan perpustakaan serupa juga ada di Denpasar. Museum ini disebut Museum Agung Bung Karno. Saat masuk, kita akan menemukan mobil peninggalan Sang Bapak Proklamator. Melewati sana, aka nada meja registrasi dan kumpulan foto Bung Karno. Eits, di sana juga ada perpustakaan mini berisi buku sejarah dan pengetahuan terkait berbagai daerah di Indonesia. Walau tidak besar, perpustakaan ini tentu menjadi tempat menarik tersendiri bagi para pecinta buku.


Koleksi di lantai dua semakin banyak, seperti patung Soekarno, beberapa koleksi barang Soekarno seperti foto dan ada juga perabotan rumah, telepon, baju, sampai koleksi keris.

Lantai tiga berfungsi sebagai ruang pertemuan. Isinya adalah berbagai barang yang dipakai saat pertemuan kenegaraan. Lantai ini bahkan memancarkan nuansa yang lebih klasik, lho!

Lantai empat malah sedikit unik karena pada dindingnya terukir berbagai tulisan. Selain itu, ada ruang khusus yang difungsikan sebagai ruang menginap tamu spesial. Sampai-sampai, ada kamar mandi model zaman dulu lengkap dengan pemandian besar.

 




 

Nah, inilah tempat menarik yang Penfi rekomendasikan di Agustus. Penefiers sendiri lebih ingin ke Blitar atau Denpasar? Manapun itu, wawasan kita akan bertambah dengan banyaknya koleksi barang-barang sejarah. Sampai jumpa bulan depan!


JAM OPERASIONAL: 

Museum Blitar           : Senin – Minggu jam 08.00 – 16.00 WIB

Museum Denpasar     : Senin – Minggu jam 09.00 – 17.00 WIB


LOKASI:

Museum Blitar           : Jl. Kalasan No. 1, Blitar, Jawa Timur

Museum Denpasar     : Jl. Raya Puputan No. 80, Denpasar, Bali


BIAYA:

Museum Blitar           : Rp3.000 (khusus Makam Bung Karno)

Museum Denpasar     : Rp25.000 (turis lokal) dan Rp50.000 (turis asing)

 

SUMBER DATA:

1.      https://www.manusialembah.com/2015/06/kompleks-makam-bung-karno-wisata.html

2.      https://sejarahlengkap.com/bangunan/sejarah-museum-bung-karno

3.      https://www.museumindonesia.com/museum/23/1/BUNG_KARNO_(Blitar)_Blitar

4.      https://travelingyuk.com/museum-bung-karno-blitar/196682

5.      https://www.tagar.id/mengunjungi-museum-agung-bung-karno-di-denpasar-bali

6.      https://travelingyuk.com/museum-agung-bung-karno-bali/227822

7.      https://en.wikipedia.org/wiki/Museum_Agung_Bung_Karno

8.      https://travel.kompas.com/read/2020/06/06/170100927/7-tempat-wisata-yang-rekam-napak-tilas-soekarno?page=all

9. https://blitarkota.go.id/id/berita/upt-perpustakaan-nasional-proklamator-bung-karno-kembangkan-gedung-theater



Rabu, 30 Juni 2021

[Bibliostation] Kejujuran Berlaku di Perpustakaan Ini!

Kalau Penefiers sudah baca Author of the Month dan Booklicious bulan ini, pasti sudah tahu kalau kita sedang menjelajahi Amerika Utara. Nah, Amerika Utara sendiri termasuk Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Pengaruh Amerika terhadap berbagai perkembangan tren memang besar. Bahkan di dunia perbukuan pun demikian. Salah satu hal yang menginspirasi adalah Little Free Library (LFB), sebuah perpustakaan mini yang dapat dinikmati siapa saja.



SEKILAS: 

LFB cukup populer di luar negeri. Saat ini, sudah ada lebih dari 100.000 LFB di lebih dari 100 negara. Indonesia termasuk salah satunya walau jumlahnya masih sedikit.


Perpustakaan ini benar-benar mini. Sama seperti perpustakaan umum lainnya, Penefiers dapat meminjam buku. Tapi di sana tidak ada pustakawan yang akan melayani kamu. Kamulah pustakawan bagi sendiri. Syarat meminjam cukup gampang, pilih saja buku yang kamu suka, kemudian gantikan dengan buku lain yang ingin kamu bagi kepada orang. Yup, perpustakaan mini ini konsepnya pinjam dan sumbang. Eits, walau tidak ada yang memantau aktivitas pinjam-meminjam ini, Penefiers jangan cari kesempatan, ya. Semua bergantung pada kejujuran kita. Malu dong, tahunya hanya mengambil, alangkah baiknya bila kita juga bisa memberi. Tapi buku yang diberi dalam kondisi bagus alias layak dibaca, ya! 

Walau tidak sanggup memberi, tidak apa-apa. Kamu tetap bisa baca bukunya di tempat, tanpa boleh bawa pulang karena ada orang lain yang juga butuh buku untuk dibaca. Bayangkan kalau semua orang pinjam buku, tapi tidak ada yang sumbang. Nanti perpustakaannya malah tak berisi. Sedih….

 

Di luar negeri, seperti Amerika Serikat, LFB sudah jadi pemandangan biasa. Hampir di setiap pemukiman akan dijumpai LFB. Nining Dwi Astuti asal Indonesia pun terinspirasi untuk membangun LFB di desa Jolontoro tempat tinggalnya di Wonosobo. Awalnya, beliau bingung apakah konsep seperti ini akan cocok diterapkan di Indonesia. Keinginannya ini terwujud pada September 2020 setelah mendapat sambutan baik pengurus desa dan tawaran salah seorang warga untuk menempatkan LFB di depan rumahnya. Orang-orang dapat meminjam buku kapan saja, dan anak-anak pun bisa belajar di sana saat malam.

 


Di tempat lain, Ari Hendra Permana juga membangun LFB di desa Rawajaya, Cilacap. Bahkan ini sudah didirikan pada tahun 2019. Anak-anak sering berkumpul di sana. Kesulitan yang didapat adalah buku yang cepat rusak karena sering dibaca anak-anak dan perputaran buku yang tidak berimbang. Kadang beliau akan merogoh kocek untuk menambah buku.



Baru-baru ini Tangerang juga memiliki LFB di Kampung Anggrek Pinang. Wakil Walikota, H. Sacharudin memberi sambutan peresmian pada Maret 2021 silam. Adanya LFB ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat membaca anak-anak sejak dini yang kelak bermanfaat bagi mereka dan pembangunan generasi penerus.


Di Amerika Serikat, LFB adalah sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Wisconsin sejak tahun 2009. Tujuannya tentu saja meningkatkan kemampuan literasi dan membangun masyarakat. Nah, LFB di sana ternyata menarik banget bentuknya. Sebelum menutup Bibliostation kali ini, Penfi mau kasih lihat LFB di AS dulu.

 







 

Apakah Penefiers terinspirasi untuk membuat LFB di lingkungan kalian? Kabar-kabarin, ya, kalau ada LFB di tempat kalian, biar Penfi dan teman-teman perbukuan lain kunjungi juga. Sampai jumpa!


JAM OPERASIONAL: 

Senin - Minggu : Tanpa Batas


BIAYA:

            Biaya             : Gratis.

(Kamu dapat mengambil buku, tapi harus mengembalikan buku sesuai jumlah yang diambil.)


SUMBER DATA:

1.      https://bobo.grid.id/read/08677561/little-free-library-perpustakaan-kecil-tapi-besar

2.      https://www.voaindonesia.com/a/terinspirasi-as-dua-desa-indonesia-bangun-perpustakaan-mini-gratis/5754268.html

3.      https://idea.grid.id/read/091611932/little-free-library-gerakan-membuat-perpustakaan-unik-di-amerika-bentuknya-unik-unik?page=all

4.      https://regional.kompas.com/read/2021/02/06/08080011/-terinspirasi-little-free-library-di-amerika-desa-di-wonosobo-dan-cilacap?page=all

5.      https://banten.siberindo.co/31/03/2021/wakil-walikota-tangerang-resmikan-little-free-library-di-kampung-anggrek-pinang/

6.      https://littlefreelibrary.org/


Selasa, 16 Februari 2021

[Bibliostation] Perpustakaan Penuh Kenangan Romantis: Perpustakaan Habibie-Ainun

 

Apa kabar, Penefiers?

Bulan ini, Penfi mau ajak kalian jalan lagi, nih! Pertama-tama, siapa yang belum tahu kisah cinta Bapak Habibie dan Ibu Ainun? Kisah mereka adalah lambang cinta abadi yang sangat menginspirasi terutama bagi masyarakat Indonesia. Lho, kenapa tiba-tiba Penfi tanya ini? Karena tempat yang akan kita kunjungi adalah tempat favorit dua sejoli ini. Tentu dong Penfi mau pastikan kalian tahu kisah cinta sejati ini. Inilah Perpustakaan Habibie-Ainun, peninggalan Presiden ketiga Indonesia!

SEKILAS:

Pada akhir 2019, sekretaris pribadi Bapak Habibie, Rubijanto mengatakan bahwa Perpustakaan Habibie-Ainun akan dibuka untuk umum sesuai wasiat yang ditinggalkan. Perpustakaan ini diberikan Negara, maka perpustakaan ini juga akan dikembalikan kepada masyarakat. Namun, saat ini perpustakaan masih dibenahi. Hanya ada beberapa tamu spesial yang dapat berkunjung ke perpustakaan atas izin keluarga besar Bapak Habibie. Sejak awal, perpustakaan ini memang kerap dijadikan lokasi penerimaan tamu, diskusi, dan acara penting lainnya oleh Bapak Habibie.



Perpustakaan ini dibangun antara 2005-2007, di belakang kediaman Bapak Habibie. Ruangan ini berukuran sekitar 8 x 17 meter. Sepintas, perpustakaan ini bernuansa Eropa layaknya perpustakaan dalam "The Beauty and the Beast". Tambahan kandelir serta tangga pilin selaras dengan ornamen kayu dan memberi kesan antik. Desain interior itu merupakan ide dari Ibu Ainun. Ruangan itulah yang menjadi sudut kesukaan Bapak Habibie. Bagian eksterior sendiri ditata dengan penuh filosofi oleh Bapak Habibie.

Sebelum memasuki perpustakaan, kita akan melewati Lobi Budaya yang menggambarkan kekayaan dan keragaman Indonesia. Setelah itu ada pula Taman Intelektual yang merupakan halaman belakang. Taman itu disebut demikian karena empat patung yang semuanya melambangkan Sang Pemikir (The Thinker), yaitu Patung Pemikir dari budaya Cyladic, Avalokitesvara dari Buddhisme, Ganesha—Dewa Kebijaksanaan Hindu, dan Sang Pemikir oleh pematung Perancis, August Rodin. Setelah melewati taman, pintu perpustakaan sudah menunggu di depan mata dengan diapit oleh akuarium besar berisi ikan koi. Jalan menuju perpustakaan yang diapit akuarium itu melambangkan kisah Musa yang membelah Laut Merah untuk menyelamatkan bangsa Israel.

Kira-kira apa saja koleksi buku yang ada di sana? Isinya ribuan dan beragam, mulai dari biografi, sains, politik, ekonomi, sejarah, agama, hingga seni. Selain buku, ada miniatur-miniatur pesawat terbang, termasuk R80 yang pesawat aslinya sedang dalam proses pembuatan. Foto-foto Bapak Habibie dan Ibu Ainun, kalimat motivasi, serta penghargaan-penghargaan yang telah didapatkan beliau semasa hidup juga menghiasi ruangan. Salah satu sudut juga tersedia piano yang menunggu siapa saja untuk melantunkan musik darinya. Di sisi lain, ada meja dan jendela besar yang akan menyuguhkan pemandangan di taman.


Ada suatu kehangatan yang didapat ketika memasuki perpustakaan. Kehangatan itu sulit dideskripsikan. Mungkin kesan seperti itu muncul bukan hanya karena desainnya, tapi juga karena di situlah Presiden Ketiga RI sering mengisi masa-masa bahagia bersama istri dan buku-buku tercinta.

Nah, sekian jalan-jalan kali ini. Mari kita tunggu perpustakaan ini benar-benar siap dibuka untuk umum. Berikutnya, Penfi akan membawa kalian ke lokasi yang tidak kalah bagus. Nantikan di Bibliostation berikutnya, ya!


KONTAK:

          Alamat           : Jl. Patra Kuningan XIII Blok L15/7 No. 5

  Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta 12950

 

JAM OPERASIONAL DAN BIAYA: 

Belum dibuka untuk umum.

SUMBER DATA:

 https://www.liputan6.com/health/read/4061448/kenangan-berkunjung-ke-perpustakaan-habibie-dan-ainun
https://travel.tempo.co/read/1264496/kapan-perpustakaan-bj-habibie-ainun-dibuka-untuk-umum
https://travel.tribunnews.com/amp/2019/09/16/bj-habibie-meninggal-dunia-perpustakaan-habibie-ainun-akan-dibuka-untuk-umum?_ga=2.212174356.1088796423.1613398789-1695380339.1613398521
https://kumparan.com/berita-heboh/gemar-baca-buku-bj-habibie-punya-perpustakaan-di-belakang-rumahnya-1rqeLzLcnkN
https://www.grid.id/read/04898693/perpustakaan-habibie-ainun-ruang-paling-favorit-di-rumah-bj-habibie?page=all
https://www.idntimes.com/news/indonesia/gregorius-pranandito/sesuai-wasiat-perpustakaan-habibie-dan-ainun-akan-dibuka-untuk-umum
https://www.sintiaastarina.com/perpustakaan-habibie-dan-ainun/
 https://twitter.com/dr_koko28/status/1173002589194969088?lang=ar
 https://twitter.com/ronzzykevin/status/828528549694889985?lang=en