Mitos Gerhana di seluruh dunia

Gerhana yang akan terjadi besok tanggal 9 Maret 2016 menyedot perhatian para pengamat astronomi. Tidak seperti sekarang dimana menonton gerhana menjadi acara yang ditunggu-tunggu, jaman dulu gerhana merupakan peristiwa yang menakutkan. Sehingga orang-orang kuno dulu menggunakan berbagai macam kisah untuk menjelaskan terjadinya gerhana. Maka untuk acara tersebut, Penfi akan melampirkan mitos gerhana matahari maupun bulan yang ada di hampir seluruh dunia.


1. Skoll dan Hati - Mitos Norse 

Skoll, yang dalam bahasa Norse berarti 'dia yang mengejek' dan Hati yang berarti 'dia yang membenci', merupakan dua serigala yang mengejar Sol (dewa matahari) dan Mani (dewa bulan). Mereka merupakan anak-anak dari Fenrir (putra dewa Loki), serigala yang dipenjara di pulau terpencil karena sifat rakusnya. Dalam satu kurun waktu, keduanya akan berada terlalu dekat untuk menangkap Sol atau Mani sehingga peristiwa ini disebut sebagai gerhana, namun Sol dan Mani akan bisa melepaskan diri dari kedua serigala tersebut. Pada akhirnya Skoll akan bisa menangkap Sol dan memakannya. Peristiwa ini akan menandai terjadinya Ragnarok, atau akhir dunia, menurut mitos Norse.

2. Tiangou - Mitos China


Tiangou dalam bahasa China berarti Anjing Khayangan. Dia muncul sewaktu-waktu untuk memakan matahari atau bulan. Terkadang dia juga memakan anak-anak. Musuhnya adalah seorang dewa bernama Zhang Xian yang adalah seorang pemanah handal. Ketika Taingou datang, Zhang Xian akan siap menembakkan panahnya ke arah Tiangou agar anjing hitam tersebut memuntahkan kembali matahari atau bulan dan mengusirnya. Peristiwa ini ditiru para manusia jaman dahulu, sehingga ketika gerhana datang, mereka memukuli anjing-anjing untuk menghalau Tiangou. Untungnya praktik ini nggak dilakukan lagi ya...

3. Bakunawa - Mitos Filipina


Bakunawa adalah makhluk ular laut raksasa di Filipina. Menurut mitos rakyat Filipina, awalnya dunia memiliki 7 bulan di langit. Karena sinarnya begitu indah, Bakunawa yang melihatnya dari laut jadi ingin memakannya. Maka dia pun memakan bulan-bulan tersebut satu kali tiap harinya. Ini tentu saja menimbulkan keresahan pada rakyat Filipina. Ketika Bakunawa akan memakan bulan terakhir, mereka berbondong-bondong membawa panci keluar rumah dan memukulnya berbarengan, berharap suara berisik tersebut akan mengganggu Bakunawa sehingga dia akan memuntahkan kembali bulan yang kini tinggal 1 tersebut. Dalam beberapa kisah, Bakunawa juga berusaha memakan matahari.

4. Amaterasu - Mitos Jepang


Amaterasu, dewi Matahari dalam mitologi Jepang, pernah ngambek dengan saudara laki-lakinya Susanoo yang telah mengacak-ngacak ladang padinya dan membunuh salah satu dayangnya. Saking marahnya, sang dewi bersembunyi di dalam goa dan menolak keluar. Akibatnya dunia diliputi kegelapan selama beberapa waktu. Mereka membujuk sang dewi untuk keluar tapi beliau tetap menolak. Akhirnya dewi Ame-no Uzume dan dewa-dewa lain pun berkomplot untuk mengeluarkan Amaterasu dari goa. Para dewa menyiapkan sebuah perayaan di depan goa Amaterasu bersembunyi dan mengatakan bahwa mereka telah mendapatkan dewi baru untuk mengganti Amaterasu. Dewi Ame-no Uzume menari di depan goa sambil melepaskan bajunya satu per satu. Para dewa lain ikut memainkan musik dan tertawa riang. Suara-suara kegembiraan ini membuat sang dewi penasaran hingga dia pun mengintip keluar. Betapa terkejutnya dia ketika melihat seorang dewi cantik yang bersinar terang. Karena semakin penasaran, Amaterasu pun melangkah keluar dan dua dewa lain yang telah menunggu saat itu menarik Amaterasu menjauh sementara dewa lainnya menutup pintu goa agar sang dewi tidak bisa kembali. Wujud dewi yang tadi dilihat beliau pun ternyata hanyalah bayangan dirinya sendiri di cermin yang sengaja diletakkan di depan goa agar Amaterasu tertipu. Setelah Amaterasu keluar, para dewa dan manusia pun bersyukur atasnya. Mungkin saja peristiwa ini dikaitkan dengan gerhana matahari.

5. Batara Kala - Hindu Jawa dan Bali


   Batara Kala adalah putra Batara guru (Shiva dalam Hindu) dan Dewi Uma (Parvati). Dia terlahir dengan wujud buruk rupa karena kutukan Dewi Uma dan dia juga punya sifat buruk. Musuh bebuyutannya adalah Batara Surya sehingga dia sering kali mencoba menelan matahari untuk membalas dendam karena Batara Surya pernah mengadukannya kepada Dewa Wisnu karena telah menyamar menjadi Dewa Indra untuk mendapatkan Tirta Kamandanu (air yang bisa memberikan panjang umur dan menyembuhkan penyakit khusus untuk dewata). Ketika Batara Kala menelan Surya, dunia dipenuhi kegelapan sehingga menimbulkan kepanikan sehingga rakyat akan memukul pentungan untuk membunyikan tanda bahaya. Hal ini menyebabkan Batara Kala terkejut dan memuntahkan kembali sang Surya. Pada peristiwa berikutnya rakyat yang sudah belajar akan beramai-ramai memukul alu dan memberikan sesembahan agar Batara Kala tidak jadi memakan sang Surya.

6. Rahu - Hindu Veda


Sebelum menjadi Rahu, dirinya bernama Svarbhanu yang merupakan salah satu Asura dalam mitos Veda umat Hindu. Mirip dengan kisah Batara Kala, Svarbhanu mencuri air dewa Amerta (atau Amrita) dan perbuatannya diketahui Dewa Surya dan Dewa Candra. Mereka langsung mengadukannya pada Mohini (salah satu wujud feminin Dewa Wisnu). Mohini pun memenggal kepala Svarbhanu sebelum dia sempat menelan Amerta. Namun kepalanya yang telah meminum Amerta menjadi abadi dan untuk membalas dendam dia pun menelan matahari. Karena kepalanya tidak memiliki tubuh, maka matahari yang ditelannya akan keluar dari lehernya, dan peristiwa ini pun menjadi sumber gerhana matahari yang kita kenal. Kepala tanpa tubuh tersebut kini disebut Rahu. Tubuhnya juga ikut menjadi abadi karena berkat salah satu dewa, menjadi Ketu, dan merupakan penyebab gerhana bulan.

7. Kodok - Mitos Vietnam

 
Menurut mitos Vietnam, sebuah roh jahat beralih rupa menjadi kodok raksasa dan menelan matahari. 

8. Anjing Api - Mitos Korea

Korea memiliki anjing api yang konon dikirim oleh penguasa dunia kegelapan untuk menelan matahari dan bulan. Tapi karena matahari terlalu panas dan bulan terlalu dingin, dia tidak bisa menelannya dan memuntahkannya kembali, 

9. Cerita rakyat lain


Di daerah seperti Afrika Barat, gerhana diasosiasikan dengan pernikahan antara Dewa Bulan dan Dewi Matahari. Sedangkan di daerah lain seperti suku Indian di Amerika, gerhana terjadi karena Bulan dan Matahari sedang bertengkar. Yunani menganggap gerhana diakibatkan oleh para arwah yang marah dan merupakan pertanda buruk hingga menyebabkan wabah penyakit, sehingga mereka akan melakukan upacara kurban dan memberi sesembahan untuk menenangkan para arwah. 









Komentar

Posting Komentar