Senin, 15 Januari 2018

[AUTHOR] Pierce Brown



Nama Pierce Brown mungkin sudah tidak asing. Coba diingat-ingat, buku apa yang ditulis penulis ini? Jawabannya, trilogi Red Rising. Buku ini masih tergolong baru diterbitkan di Indonesia dan banyak yang suka, loh! Versi terjemahan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Mau tau lebih banyak tentang buku Red Rising? PNFI juga mengulasnya di Booklicious January, loh! Yuk, intip ke sana juga.




Trilogi Red Rising sendiri sudah tamat di Amerika sana. Buku kedua berjudul Golden Son dan buku ketiga berjudul Morning Star. Red Rising versi Indonesia sudah terbit sampai buku ke dua, nih. Sudah baca belum?

Sampul Depan Red Rising Versi Indonesia

Sampul Depan Golden Son Versi Indonesia

Sampul Depan Trilogi Red Rising Versi Amerika Serikat

Pierce Brown lahir di Denver, Colorado, Amerika Serikat pada 28 Januari 1988. Dia adalah lulusan jurusan ilmu politik dan ekonomi di Universitas Pepperdine pada tahun 2010. Betul, tidak salah, dia mengambil dua jurusan sekaligus. Ayahnya, Guy Brown adalah mantan bankir lokal, sedangkan ibunya, Colleen Brown adalah Direktur Utama dan CEO Fisher Communications dan Ketua Dewan Direksi American Apparel.

Pierce Brown menghabiskan masa kecil dengan membaca. Sejak umur 18, Pierce Brown sudah mulai menulis. Bahkan di samping kesibukan kerja setelah lulus kuliah, dia tetap menulis. Seperti semua penulis, dia berharap karyanya dapat diterbitkan dan diakui orang lain. Tapi, kejadian yang tidak menyenangkan tetap dialami. Enam novel pertamanya ditolak mentah-mentah oleh sekitar 120 agen dan penerbit.

Pierce Brown pernah ditolak sekitar 120 agen dan penerbit

Suatu hari, dia mendaki gunung bersama teman-temannya di Cascade Range. Saat semakin tinggi yang berarti pendakian semakin susah, dia mengkhayal bagaimana bila gravitasi menjadi lemah sehingga memudahkan pendakian. Dari sana dia terinspirasi membuat cerita dengan latar di Mars yang memiliki gravitasi sekitar 1/3 dari gravitasi Bumi. Dalam menciptakan dunia Red Rising, dia bukan hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh di dunia akademis, namun juga memadukannya dengan pengalaman pribadi yang akhirnya membentuk perspektif struktur sosial dari pandangan orang ketiga. Semua itu dipakai untuk membentuk dunia Red Rising yang senyata dunia yang kita huni saat ini.

Apakah kalian tahu, draft pertama Red Rising hanya ditulis dalam dua bulan? Pekerjaan sisa hanyalah memoles sedikit supaya lebih enak dinikmati. Wow! 

Pierce Brown mengerjakan draft pertama Red Rising dalam dua bulan

Sejak dirilis 2014 di Amerika Serikat, Red Rising mendapat sambutan yang positif dari para pembaca. Bahkan pada Februari 2014, Universal Pictures sudah membeli hak adaptasi film untuk Red Rising dengan Marc Forster ditetapkan sebagai sutradara dan skenario film ditulis langsung oleh Pierce Brown. Kalau begitu, Pierce Brown sibuk sekali, dong. Betul, tapi dia tetap memberi para pembaca sebuah kejutan. 

Di sela-sela kesibukan, Pierce Brown berniat menambah trilogi baru untuk dunia Red Rising. Sebuah sekuel sudah ditentukan untuk trilogi Red Rising. Buku pertama dari trilogi baru ini, Iron Gold dirilis Januari 2018.

Sampul Depan Iron Gold Versi Amerika Serikat

Nah, inilah seputar informasi tentang Pierce Brown. Kalau Pierce Brown menyerah setelah ditolak sekian banyak agen, kita tidak bakal dapat menikmati seri yang satu ini. Memang betul ya, kalau mau jadi penulis harus berani ditolak, hehehe. Sampai jumpa di AUTHOR OF THE MONTH bulan depan!

2 komentar:

  1. Terima kasih resensi authornya..
    Mencerahkan.

    BalasHapus