Selasa, 31 Oktober 2017

7 Penjahat Terngeri dalam Novel Fantasi dan Fiksi Ilmiah


Penfi belum pernah nemu Hero overpower di jagad pernovelan fantasi dan fiksi ilmiah. Seringnya Hero atau Heroine ini mendapat banyak sekali bantuan dan sokongan dari banyak orang untuk melawan sang penjahat tersadis/terjahat/ter-emo. Tokoh penjahat memang selalu digambarkan penuh kuasa dan multi-kekuatan sampai rasanya mustahil dikalahkan. Dan karena itulah para pahlawan yang punya banyak kekurangan saling bahu-membahu untuk melawan kekuatan besar yang menindas banyak orang itu. Kalau nggak begitu, maka perjuangan para pahlawan dan pengorbanan mereka tidak akan banyak berarti untuk kita para pembaca. (We have our Nakama!) Sedikit banyak, mengajarkan kita tentang harapan dan pantang menyerah. Eh, kecuali Son Go Ku sih di Dragon Ball. Atau One Punch Man? The Adventure of Jojo? Itu anime/manga, harap abaikan. 

Kali ini Penfi mau menggarap beberapa tokoh penjahat epik di novel-novel. Beberapa di antaranya pasti kalian sudah tahu karena amat terkenal saking epiknya. Tentu saja ada tipe penjahat yang awalnya kita kira baik, tapi berubah jahat atau memang hanya bermuka dua. Tenang saja, Penfi nggak akan membahas tipe penjahat seperti itu, nanti malah spoiler dong hehe. Yang akan Penfi bahas adalah tokoh penjahat yang dari awal sampai akhir memang jahat dan juga sedikit trivia-trivianya. 😉



1. Count Dracula

Jubah hitam, kerah tinggi, rambut klimis, kulit pucat, taring, dan jas tuxedo ciamik. Dracula memulai tren fashion yang sampai sekarang pun masih populer. Fashionable sekali ya beliau. Mungkin kalau nggak sibuk isap darah perawan, doski bisa ikut pagelaran fashion week di New York. Atau nakut-nakutin anak kecil pas Halloween nanti, walau dengan wajah tampannya rasanya sulit sih, anak-anak zaman now nggak gampang takut sama Count.

Usut punya usut, ternyata yang membuat kostum Count Dracula jadi ikonik adalah Raymond Huntley, aktor Inggris yang memerankan Dracula dari adaptasi buku Dracula karya Bram Stoker untuk drama panggung pada tahun 1924. Katanya sih Tuxedo dan jubah itu miliknya sendiri. Pementasan yang sama dilakukan juga di Amerika oleh aktor Bela Lugosi, mengenakan kostum Dracula yang sama. Kesuksesan drama panggung tersebut akhirnya membuat kostum Dracula jadi ikon di dunia per-drakula-an. 

Tokoh Dracula juga terus menjadi tokoh penjahat yang menakutkan dan seringkali tak terkalahkan karena kemampuannya menghipnosis, super strength, kadang-kadang bisa beralih rupa jadi kelelawar, bisa mempengaruhi hasrat seseorang, memperdaya korbannya lewat tatapan (bukan ala mentalist ya....), dan abadi. Walau Dracula juga banyak kekurangannya (misalnya, gak suka sinar matahari, bawang putih, salib, orang-orang beriman, kecoak), beliau terbukti menjadi penjahat terngeri sepanjang masa.

2. Sauron

Kita bisa mengenali Sauron lewat mata besar berapi yang terpasang di menara tertinggi Mordor. The All Seeing Eye.... Sauron yang berambisi untuk menguasai Middle Earth, menjadi Raja di bumi dan Dewa bagi kaum Manusia, karena kesenangannya atas keteraturan dan sebal melihat adanya friksi di sana-sini. Bagi Sauron, dunia akan jadi lebih damai kalau tidak ada perbedaan-perbedaan (cara pandang hidup) dan semua tunduk pada hukum dan peraturan-peraturannya. Jadi dia bermaksud untuk mengatur semuanya dengan cara apapun meskipun itu artinya dia harus menghancurkan dan membunuh. Yang, tentu saja, membuat dia sendiri jadi bagian friksi yang justru membuat tatanan dunia tidak teratur. Yah, apapun alasannya, Sauron berhasil bikin kekacauan dimana-mana demi memenuhi ambisinya. 

Tapi bukan berarti dia dari awal jahat lho (di buku Lord of The Ring dan The Hobbit sih iya). Di buku Silmarillion dijelaskan bahwa Sauron tadinya adalah salah satu Angelic Spirit yang disebut Maiar. Meskipun tidak sekuat kaum Valar, yang otomatis menjadi dewa-dewi pengatur dunia di bawah kepemimpinan Eru, sang maha pencipta, Sauron termasuk salah satu Maiar berbakat dengan banyak kemampuan sihir (shapeshifter) dan keterampilan teknis. Dia juga digambarkan memiliki wujud fisik amat rupawan dan karismatik.  Walaupun akhirnya Sauron pindah haluan dengan menjadi tangan kanannya Melkor a.k.a Morgoth, sang Valar jahat. Setelah perang berkali-kali dan Morgoth maupun Sauron kalah, tubuhnya hancur sehingga doski tidak bisa lagi mengambil wujud fisiknya yang rupawan. Sauron kini hanya berupa gumpalan bayangan hitam yang menghantui dan aura jahatnya saja mampu membakar lawannya. Karena itulah dalam filmnya, wujud Sauron cuma tinggal mata saja. Biar dramatis haha.


3. Voldemort

Sebelas-dua belas dengan Sauron, kakang Voldie mendambakan kekuasaan penuh atas dunia sihir dan dunia manusia. Dia tidak suka pada tatanan dunia di mana penyihir dan manusia biasa hidup terpisah dan menjalankan pemerintahan masing-masing tanpa adanya intervensi dari kedua belah pihak. Demi kedamaian, tentu saja. Voldemort ingin penyihir, yang memiliki kekuatan lebih besar, memerintah dunia manusia biasa sesuai kode-kode dan aturan-aturan penyihir, dengan anggapan bahwa manusia biasa ada di golongan rendah sehingga seharusnya tunduk dan patuh pada penyihir, sang makhluk superior. Lebih jauh lagi, dia juga tidak suka pada manusia biasa yang bisa melakukan sihir. Kaum puritan ini menyebut penyihir dari kalangan muggle (manusia biasa) sebagai Darah Kotor. Penista. Sehingga harus disingkirkan. Penyihir berdarah campuran pun masih dianggap tidak cukup 'murni' untuk masuk ke dalam kalangan mereka. Apapun itu, Penfi rasa, Voldie cuma cari-cari alasan agar mendapat dukungan dalam memenuhi ambisinya menjadi Raja di kedua dunia. Voldemort hanya peduli pada kekuatan, dan ingin menjadi satu-satunya yang terkuat di seluruh jagad. Untuk mendapatkan hal itu, Voldemort siap melakukan apa saja, dan menyingkirkan siapa saja. Kejeniusannya pun membuatnya menjadi penyihir terhebat, menyaingi Dumbledore, yang tercatat dalam sejarah per-sihir-an.  

Meskipun kata 'Voldemort' hanyalah rekaan, kini ahli analisis bahasa mengasosiasikan kata itu dengan pengertian 'melarikan diri dari kematian' dari bahasa Perancis. Dan meskipun Voldie terobsesi pada 'Darah Murni', doski sendiri terlahir berdarah campuran.


4. The Man in Black

Makhluk satu ini punya banyak nama julukan yang serem-serem (yang normal juga ada sih untuk penyamaran) dan muncul di berbagai novel horror karya Stephen King seperti The Stand, The Eye of The Dragon, dan The Dark Tower. Nama aslinya adalah Walter Padick, yang dititipkan ke rumah pertanian untuk belajar cara-cara hidup manusia. Tapi lama-lama Walter jadi bosan dan di umur ke-13, doski membakar rumah orangtua angkatnya dan pergi berkelana. Dalam perjalanannya, Walter belajar sihir dari Maerlyn dan jadi mahir menggunakannya. Dia bahkan menjadi utusan Crimson King yang hendak menghancurkan tatanan dunia-dunia agar bisa menciptakannya lagi sesuai keinginannya. Dia jago membuat kekacauan di suatu kota atau negara dengan menciptakan intrik-intrik kecil yang kian lama membesar agar mudah dikuasai. Banyak spekulasi bahwa Pria Berbaju Hitam ini adalah manifestasi dari setan dan Crimson King adalah sang iblis itu sendiri. Yang tentu saja masuk akal karena Walter sering nongol dimana-mana tanpa tahu asal-usulnya dan kemampuan sihirnya yang luar biasa membuatnya jadi 'agak' abadi. Dalam novel The Stand dan The Eye of The Dragon, Walter menggunakan nama Randall Flagg. Intinya, Walter adalah makhluk jahat dan bau ke akar-akarnya.


Ketika muncul pertama kali dalam novel The Stand, Randall Flagg menggunakan jaket jeans biru dan sepatu boots koboi. Dalam novel lain dia menggunakan tudung kepala yang menyembunyikan wajah jelek nan liciknya. Kadang-kadang dia juga memakai topi koboi. Stephen King memang bermaksud membuat novel ala-ala koboi dalam serial The Dark Towernya. Entah gimana, dalam film adaptasinya, Randall Flagg jadi ganteng begini. Sulit jadi benci kan?! 


5. Jadis The White Witch

Berkuasa di Narnia selama 100 tahun sebelum akhirnya ditumbangkan karena terlalu berambisi, Jadis awalnya bukan warga Narnia. Doski berasal dari Charn, sebuah dunia yang berbeda dari Narnia dan Bumi. Jadis menjadi satu-satunya makhluk yang hidup di dunia sekarat itu selama beribu-ribu tahun karena sihir jahat yang dilakukannya membunuh setiap kehidupan di dunia tersebut. Di Charn, Jadis adalah pewaris kerajaan yang memiliki darah jin dan raksasa. Meskipun di dunia tersebut sihir adalah hal yang biasa, hanya darah bangsawan-lah yang bisa melakukan sihir. Awalnya bangsawan Charn baik dan bijaksana, tetapi berubah jadi jahat dan tiran. Jadis yang tumbuh besar di generasi rusak ini tidak mengerti arti simpati dan kebaikan. Dia hanya tahu cara memerintah dan menguasai seperti hak lahirnya sebagai Ratu. Di Narnia, yang baru saja diciptakan Aslan, Jadis merasa terganggu dengan kemampuan Aslan dan bertekad untuk mengganggunya. Dia bahkan mencuri Apel Perak dari Pohon Kemudaan sehingga membuatnya menjadi abadi. Tapi konsekuensi dari keegoisannya adalah dia tidak bisa mendekati pohon berbuah Apel Perak dan hal tersebut membuatnya terasing di daerah utara, memberi kedamaian pada Narnia selama 900 tahun sebelum akhirnya pohon tersebut tumbang dan Jadis bisa kembali ke Narnia. Hal pertama yang dia lakukan pada Narnia berikutnya yaitu menyelimutinya dengan es dan cuaca dingin sepanjang tahun supaya pohon Apel Perak tidak bisa tumbuh lagi dimanapun.     


Karena di adaptasi film terbarunya Jadis digambarkan berambut putih berwajah datar, tidak ada yang mengira kalau awalnya Jadis digambarkan berambut hitam dengan sorot wajah amat dingin. Tidak seperti penjahat-penjahat di atas yang nggak bisa berkompromi, Jadis mungkin nggak serem-serem amat. Meskipun dia memerintahkan dengan tangan dingin. Secara harfiah. Kemampuan sihirnya juga sangat hebat sampai-sampai Aslan tidak gegabah melawannya secara langsung (ada hukum-hukum yang perlu dipatuhi untuk keseimbangan atau...begitulah). Tapi pastinya menyebalkan kalau harus tinggal di dunia penuh es dimana-mana, yang pastinya sulit mencari makan juga kan? Seorang analisis literatur menyebutkan Jadis mirip dengan gambaran Lilith dalam mitos Yahudi.  


6. Cthulhu The Great Old Ones


disse86
OK, kenapa Cthulhu? Kenapa bukan Kronos, atau ular kosmik Apophis, Gaia, Jormungand, atau makhluk dewata jahat lain yang ada di daftar ini. Yah, karena Cthulhu lebih seram daripada semuanya, menurut Penfi. Jormungand mungkin hanya lapar dan pengin makan, lalu hei kebetulan ada cemilan berupa bumi dan isinya, tapi Thor bisa mengatasinya. Gaia dan Kronos ingin manusia musnah karena kita ini sudah seperti semut bagi mereka: mana kecil, jumlahnya banyak, bikin kotor di mana-mana. Tapi kita punya Percy Jackson dkk untuk menghentikan mereka. Apophis gimana? Dia diciptakan berupa kekacauan, dia tidak menyukai kedamaian, dan tujuannya adalah menghancurkan. OK, itu serem juga, tapi Ra masih menjaga semesta untuk menjauhkan Apophis dari bumi. Tapi Cthulhu (baca: ke-thoo-loo)? Monster ini sudah ada di sini. Dia datang ke bumi dari planet Vhrool dan menjadi makhluk hidup pertama yang muncul di bumi dan mempengaruhi evolusi banyak makhluk lain. Dia membangun kota bertembok hijau R'lyeh di benua Mu untuk tempat tinggal keturunan-keturunannya. Sebagaimana layaknya makhluk berintelegensia tinggi lain, perang terjadi di antara saudara-saudara Cthulhu dan mereka akhirnya berbagi daerah kekuasaan di bumi. Untuk beberapa lama Cthulhu berada dalam kondisi 'beku' di bawah laut, yang nantinya akan bangkit kembali dan mengklaim bumi di bawah kuasanya. Pada saat dia bangun, itu akan menjadi akhir dari umat manusia, dan belum ada manusia (tokoh fiksi di buku) yang bisa menghentikannya. Serem kaaaan?


BTW, ada sekte fans khusus untuk Cthulhu ini lho, bukan berarti mereka menyembah monster ini jadi dewa beneran. Maksudnya adalah para fans ini berupaya membentuk satu pantheon untuk memetakan keseluruhan keluarga Cthulhu, mulai dari ayah-ibu, saudara-saudari, istri, nama keturunan-keturunan, dll. Meskipun sebenarnya H.P. Lovecraft, sang pencipta novel, tidak berniat untuk melakukan itu karena beliau hanya ingin membuat latar belakang cerita tentang suasana horor dan tak berdaya dari serangan makhluk asing yang lebih pintar, kuat, dan telah berkonspirasi masal untuk merahasiakan niat mereka membangkitkan Cthulhu. 


7. The Beldam

Makhluk seram satu ini tadinya adalah manusia, yang berkepribadian psikopat. Dia membunuh ibunya sendiri  sejak berusia 9 tahun dan lama-lama mengubah dirinya menjadi semacam peri jahat yang menculik anak-anak untuk dimakan dengan menyamar menjadi ibu yang baik hati, lembut, penyayang, penyabar, dan memanjakan. Karena itulah Beldam sering disebut "The Other Mother". Masih berdaging, darah Beldam sehitam cairan aspal, dan matanya hanya berupa kancing hitam. Dia tinggal di Other World yang mirip dengan dunia nyata, hanya saja itu merupakan ilusi yang diciptakannya sendiri. The Other World yang sesungguhnya hanyalah berupa kekosongan dan kegelapan tak berujung. Beldam tidak menculik anak-anak dengan paksa tapi dengan rayuan dan manipulasi. Anak-anak dibuat betah bermain dan tinggal di Other World sampai-sampai mereka tidak mau kembali ke ibu mereka yang asli. Setelah itu Beldam akan mengganti mata mereka dengan kancing (tanpa anestesi!), lalu memakan daging dan jiwa mereka. Ketika Coraline menolak mengganti matanya dengan kancing, Beldam yang kelaparan tak mampu menahan ilusi The Other World dan makhluk-makhluk lain ciptaannya yang hanya terbuat dari serbuk kayu. Wujud fisiknya pun berubah jadi semakin menyeramkan dengan jari-jari lancip seperti laba-laba. Kemampuannya yang banyak dan tak terkalahkan membuatnya nangkring di daftar ini sebagai Penjahat Terngeri veri PNFI.


Istilah Beldam diambil dari puisi John Keats berjudul "La Belle Dame sans Merci" (Wanita Cantik tanpa Belas Kasih). Puisi tersebut bercerita tentang seorang ksatria yang tersesat di daerah gersang dan kering bertemu dengan seorang wanita cantik dengan mata cemerlang yang merayunya masuk ke sebuah griya atas nama cinta, untuk kemudian dimantrai agar tertidur panjang. Dalam mimpi, sang ksatria diberi peringatan oleh sebentuk hantu bahwa dia berada dalam kuasa mantra, begitu terbangun sang ksatria mendapati dirinya berada di padang gersang sendirian. Bener deh penefiers, jangan gampang terpesona sama yang cantik-cantik atau ganteng-ganteng, barangkali mereka cuma mau memakan daging dan memerangkap jiwa kalian sebagai asupan nutrisi! Hiiii....   




Kalau kalian tahu penjahat overpowered lainnya, kasih tahu Penfi ya ;)

5 komentar:

  1. btw Illuminati sudah ada jauuuhhh sebelum J.R.R Tolkien menciptakan Middle Earth. pemikiranmu salah disana admin. tapi Artikelnya keren baget, cocok untuk hari halloween gini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya bener, terima kasih udah diingetin, Penfi akan edit ^^

      Hapus
  2. Manaa joffrey.. He kill my ned 😞

    BalasHapus
  3. Hihi.. Iyasiih..
    Dia mah overngeselin 😄

    BalasHapus