Ulasan Buku : A Monster Calls (Panggilan Sang Monster)

Judul asli : A Monster Calls
Judul terjemahan : Panggilan Sang Monster
Pengarang : Patrick Ness
Ilustrator : Jim Kay
Penerjemah : Nadya Andwiani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 
Tahun terbit : Februari 2016
Jumlah halaman : 216

Suatu malam, Conor O'Malley terbangun karena mendengar seseorang—atau sesuatu—memanggilnya. Bukan ibunya yang tidur di kamar sebelahnya, bukan juga ayahnya yang tidak lagi tinggal seatap dengannya. Lalu siapa? Dia yakin mendengar namanya dipanggil. Tak dinyana, pohon di bukit belakang rumahnya bergerak dan berubah menjadi monster.

Awalnya Conor tidak yakin apa yang terjadi malam itu nyata atau mimpi. Hingga monster berukuran raksasa itu datang setiap jam 12.07 ke belakang rumahnya. Monster itu berkata Conor yang memanggilnya. Conor yang menginginkan monster itu datang untuk membantunya. Tentu saja hal itu membuat Conor bingung, dia sama sekali tidak meminta sesosok monster mendatanginya. Conor bahkan tidak percaya dengan monster.

Monster itu lalu menuturkan beberapa dongeng pada Conor. Tentu saja dongeng yang membuat Conor bingung namun membuatnya berpikir dan merenung. Dongeng seorang pangeran yang membunuh gadis pujaannya. Dongeng seorang tabib dan pendeta yang silang pendapat. Dan dongeng tentang kisah Conor sendiri.

Intinya adalah setiap orang yang berpura-pura akan mendapatkan apa yang tidak diinginkan. Tolong bedakan dengan "tidak akan mendapatkan apa yang diinginkan". Karena orang yang berpura-pura pasti memiliki maksud kenapa dia melakukan hal itu, tapi mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai.

Kisah hidup Conor begitu menyedihkan. Setiap sekolah, dia selalu dijaili. Ibunya memiliki penyakit yang membuat kehilangan seluruh rambutnya. Dan lagi, kedatangan monster yang sepertinya malah membuat hidup Conor semakin menyedihkan. Namun dituturkan dengan indah sekali.

Oh ya, pada sampul buku tercetak "inspired by an idea from Siobhan Dowd". Setelah melihat catatan penulis pada halaman awal, ternyata ide cerita ini tidak orisinil miliknya. Patrick hanya mengembangkan cerita yang karakter, premis, dan awalannya sudah dibuat Siobhan. Buku ini layak dibaca oleh pembaca remaja maupun dewasa, karena nilai-nilai di dalamnya begitu menyentuh dan mampu membuat kita terharu sekaligus merenungi aspek kehilangan dan penerimaan dalam hidup.

"..Jika kau mengutarakan kebenaran, kau akan sanggup menghadapi apapun yang terjadi.."


Ditulis oleh : Abduraafi Andrian 

Komentar