Ulasan Buku : Rumah Miss Peregrine untuk Anak-Anak Aneh

Judul asli : Miss Peregrine's Home For Peculiar Children
Judul terjemahan : Rumah Miss Peregrine untuk Anak-Anak Aneh
Penulis : Ransom Riggs
Penerjemah : Tanti Lesmana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : September 2016
Jumlah halaman : 544 halaman


Menceritakan tentang Jacob, sang tokoh utama, yang galau apakah dia harus percaya kata-kata sang kakek atau harus terus melanjutkan hidup sebagai anak magang "spesial" di supermarket milik keluarganya. Kemudian terjadilah hal tak terduga yang membuatnya bisa melihat hal "aneh", semacam monster. Awalnya dia terkejut dengan apa yang dilihatnya sampai ia menggambarkannya sendiri dan menyebutnya monster. 

Jacob yang dianggap gila dan diharuskan periksa kepada psikiater lalu dikirim untuk jalan-jalan ke sebuah pulau yang notabene berhubungan erat dengan sang Kakek yang telah meninggal dunia. Dan di pulau inilah Jacob bertemu dengan takdirnya yang 'aneh' dan mencengangkan. Jacob bertemu dengan serombongan anak-anak 'aneh' yang berada di bawah asuhan Miss Peregrine.

Keunikan utama dari novel adalah gambar-gambar yang berserakan pada sela-sela cerita dan bab. Penulis pandai membuatnya sebagai unsur tambahan yang memberikan kesan misterius dan sedikit mengerikan pada cerita. Jadi, ketika penulis mendeskripsikan satu persona yang biasanya unik dan aneh, potret dari persona tersebut terlampir pada halaman berikutnya. Kita akan merasa takjub pada fakta bahwa lebih dari seratus ribu foto telah melewati tangannya ketika menciptakan buku ini. Malah sebenarnya, ide awal buku ini adalah dari kegemaran penulis mengumpulkan foto-foto zaman dulu. Selain mengorek-ngorek tumpukan foto lama di pasar-pasar loak dan toko-toko antik, penulis juga menghabiskan waktu berjam-jam di rumah beberapa kolektor dan mencari di dalam kotak-kotak, folder-folder, dan album-album yang sarat dengan foto-foto menakjubkan. Ini sedikit dikutip dari hasil wawancara yang disertakan pada edisi terjemahan buku ini.

Senada dengan edisi terjemahannya, film adaptasi buku ini juga sudah hadir pada September 2016 dengan judul sama, yang disutradarai oleh Tim Burton. Hal ini tentu saja menambah keinginan untuk membaca (dan mengoleksi bukunya). Semoga buku kedua dan ketiga sesegera mungkin bisa menyusul untuk diterbitkan edisi terjemahannya.


Ditulis oleh : Abduraafi Andrian

Komentar