Novel Fiksi Ilmiah Klasik Wajib Baca

Kalau menyebut novel klasik, yang segera muncul di otak adalah novel-novel zadul yang diterbitkan akhir abad ke-19, seperti Pride & Prejudice - Jane Austen, Sherlock Holmes - Sir Conan Doyle, atau yang jauh lebih tua lagi seperti Hamlet - Shakespeare, Odysseus - Homer, dll. Padahal kategori novel klasik tidak hanya terbatas pada usia tuanya, tapi juga dilihat berdasarkan ceritanya yang tak lekang oleh waktu. Artinya bisa dinikmati dan masih relevan jika dibaca 100 tahun dari sekarang, contohnya saja Twilight - Stephanie Meyer, A Song of Ice and Fire, dan Harry Potter - J.K. Rowling. Keduanya begitu menggugah jagat penulisan sehingga beberapa pengamat buku menganggap buku mereka bisa dikategorikan dalam novel klasik.

Tapi yang ingin Penfi angkat sekarang adalah novel-novel klasik zaman dulu. Masih di ranah Fantasy/FikIl/Disto, ini beberapa novel klasik yang menurut Penfi WAJIB kalian baca.  :)




1. 20,000 Leagues Under The Sea by Jules Verne



Buku ini didapuk menjadi buku fiksi ilmiah yang mengubah buku-buku bergenre sama ke tingkat yang lebih tinggi. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1870, buku ini menceritakan tentang petualangan Kapten Nemo dan Dr. Aronnax dengan kapal selamnya The Nautilus yang dianggap jauh lebih maju, mengarungi lautan untuk mencari monster laut. Sementara Kapten Nemo sendiri menyimpan agenda lain yaitu untuk membalas dendam pada masyarakat yang sudah mengucilkan dirinya. 

Fakta Seru: Kapal Selam The Nautilus betul-betul ada, diciptakan oleh Robert Fulton, dengan dana dari Angkatan Laut Perancis pada tahun 1800. Baru pada tahun 1880an Kapal Selam bertenaga listrik diciptakan oleh teknisi asal Rusia bekerjasama dengan teknisi asal Inggris, Spanyol, dan Perancis, meskipun baru berupa punarupa. Kapal Selam desain modern yang kita lihat sekarang didesain pada awal abad 20. 
Fakta Seru 2: Karena buku Jules Verne aslinya ditulis dalam bahasa Perancis, banyak ditemukan kesalahan dalam penerjemahan dan bahkan sensor dari pemerintah yang menguasai pada zaman itu. Project Gutenberg telah bekerja untuk mengembalikan teks asli Jules Verne dan memperbaiki terjemahan yang keliru.  

Buku-buku Jules Verne yang diapresiasi: Selain 20,000 Leagues, Jules Verne dipuji atas 2 bukunya yang lain yaitu Journey to the Center of the Earth dan Around the World in 80 days. Tapi tentu saja ada buku-bukunya yang lain yang sama menariknya. 



2. The Time Machine by H. G. Wells


Ini adalah pertama kalinya konsep perjalanan waktu dilakukan dengan sebuah alat, sebuah mesin yang bisa membawa seseorang mengarungi waktu. Tersebutlah seorang ilmuwan Inggris telah menciptakan mesin yang mampu mengarungi waktu dan seterusnya ilmuwan ini hanya disebut sebagai Penjelajah Waktu. Selanjutnya dia menjelajahi waktu hingga 800.000 tahun ke masa depan dan dia mendapati bahwa teknologi sudah jauh lebih maju. Sang ilmuwan juga menemukan bahwa ras manusia kini terbagi jadi 2 golongan, Eloi dan Morlocks. Keduanya sangat bertentangan antara satu dan yang lain sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan filosofis tentang kehidupan bermasyarakat pada zaman kita sendiri. Petualangan sang Penjelajah Waktu di masa depan pun mengalami tantangan-tantangan sendiri.

Fakta Seru: Konsep perjalanan waktu bukanlah sesuatu yang baru, kita bisa menemukan kisah-kisahnya dalam legenda Hindu, Buddha, dan bahkan Jepang dengan kisah Urashima taro. Penulis asal Rusia bernama Alexander Veltman diketahui telah menulis novel pertama yang mengangkat tema perjalanan waktu dengan bukunya yang berjudul The Forebears of Kalimeros: Alexander, son of Phillip of Macedon pada tahun 1836. Dan kalau kalian pernah baca atau nonton, buku Charles Dickens berjudul A Christmas Carol, juga berkisah perjalanan waktu pada tahun 1843. Namun memang kisah perjalanan waktu semakin populer setelah H.G.Wells menerbitkan The Time Machine pada tahun 1895. Sampai sekarang konsep perjalanan waktu tetap terasa eksotis dan jadi perbincangan di kalangan ilmuwan. 

Buku-buku H.G. Wells yang diapresiasi: Dari sekian banyak tulisan fiksi ilmiahnya, ada 3 novel lain yang mengangkat namanya menjadi salah satu "Bapak Fiksi Ilmiah" bersama Jules Verne dan Hugo Gernsback (pendiri majalah Amazing Stories yang berisi cerpen-cerpen Fiksi Ilmiah, namanya kemudian diabadikan menjadi Penghargaan Hugo untuk buku-buku kategori Fiksi Ilmiah), yaitu The Island of Doctor Moreau (1896) bercerita tentang sebuah pulau berisi percobaan hibrida terhadap manusia, The Invisible Man (1897) tentang seorang pria tak kasat mata, dan The War of the World (1898) tentang invasi alien ke bumi.



3. I, Robot by Isaac Asimov


Diterbitkan pada tahun 1950, Isaac Asimov, penulis asal Russia-Amerika ini mempopulerkan Tiga Hukum Robotik yang terus menerus dipakai dalam setiap novel fiksi ilmiah dengan tema robot. Buku ini sendiri merupakan kumpulan cerpen yang awalnya dipublikasikan di majalah Fiksi Ilmiah. Buku ini termasuk dalam serial Robot series dengan 4 judul lanjutan: The Caves of Steel, The Naked Sun, The Robots of Dawn, dan Robots and Empire (buku terakhir merupakan kisah gabungan antara serial Robot dan serial Galactic Empire yang juga ditulis Isaac Asimov).

Fakta Seru: kumcer I, Robot tersebut mendapat pengaruh besar dari cerpen karya Earl dan Otto Binder, seorang penulis novel dan komikus Amerika. Otto Binder menulis cerpen berjudul sama - I, Robot - dengan menceritakan seorang robot baik hati dan penuh simpati yang dipanggil Robbie. Otto Binder dikenal menulis karya Captain Marvel Adventures dan kisah-kisah lain seputar superhero dalam komik Marvel.

Buku-buku Isaac Asimov yang diapresiasi: Hampir semua tulisan Isaac Asimov mendapat perhatian para penggemar genre Fiksi Ilmiah, karena istilah-istilah kerobotan yang dia ciptakan sendiri untuk mengembangkan robot. Selain serial Galactic Empire yang merupakan space-opera, serial Foundation Trilogy juga mendapat perhatian karena menceritakan seorang matematikawan yang menemukan rumus matematika untuk meramal masa depan dalam skala global. Kemudian ada juga Nightfall yang mendapat sambutan paling ramai karena mengisahkan tentang kondisi sosial masyarakat sebuah planet yang memiliki 6 matahari sehingga tidak pernah mengenal kegelapan malam. Nightfall menjadi novel pertama yang mengangkat tema social science fiction. Cerpen yang mengembangkan konsep robot juga menjadi terkenal dalam bukunya The Bicentennial Man.   



4. The Left Hand of Darkness by Ursula K. Le Guin


Ursula menciptakan sebuah planet bernama Hain di mana manusianya maju secara teknologi dan mengolonisasi banyak planet lainnya termasuk Terra (bumi) dan Gethen yang suhu dalam planet selalu dingin sehingga mendapat sebutan lain "Winter". Kisahnya mengikuti seorang pria bernama Genly Ai, warga Terra, yang dikirim ke Gethen sebagai duta untuk mengundang Gethen ke dalam persekutuan manusia disebut Ekumen. Genly Ai dikirim sendirian ke planet yang penduduknya bisa menggunakan telepati itu, meskipun kemampuan tersebut sudah lama tidak digunakan. Ai tiba di salah satu kerajaan besar bernama Karhide, tapi kemudian intrik-intrik pun bermunculan. Salah satu hal unik dalam buku ini adalah tentang penduduk planet Gethen yang ambisexual, yang berarti penduduknya tidak memiliki perbedaan jenis kelamin selama rentang waktu 24 hari dalam keseluruhan 26 hari siklus bulan. Penduduk Gethen baru akan memilih jenis kelaminnya sekali setiap bulan pada saat kesuburan tinggi. Itu berarti di Gethen tidak ada perbedaan status sosial atau friksi antar gender dalam kehidupan sehari-hari. 

Fakta Seru: Novel ini terbit pada tahun 1969 ketika terjadi perdebatan mengenai istilah feminist yang menyeruak ke permukaan untuk menuntut kesetaraan hak di dunia Barat. Seperti banyak hal lainnya buku ini diperdebatkan atas kekurangan-kekurangannya.

Buku-buku Le Guin yang diapresiasi: Novel lain yang mendapat dua penghargaan Hugo dan Nebula Awards sekaligus seperti The Left Hand of Darkness adalah The Dispossessed yang terbit pada tahun 1974. Buku tersebut masih dalam lingkup yang sama dengan The Left Hand of Darkness yang disebut The Hainish Cycle. Buku-buku lainnya yang mengambil tema sama adalah The Word for The World is Forest, The Eye of Heron, Always Coming Home, dan novela "Buffalo Gals, Won't You Come Out Tonight".



5. Dune by Frank Herbert

Concept Art World Illustration
Menceritakan sebuah kekaisaran galaksi di mana-mana sistem-sistem planetnya dikuasai oleh bangsawan-bangsawan yang tunduk pada satu kaisar dari Klan Corino. Lalu tersebutlah seorang pria bernama Paul Atreides yang akan menjadi penerus Klan Atreides diberikan kekuasaan untuk mengurus planet Arrakis yang ternyata memiliki 'rempah' berharga dan langka di seluruh kosmos. Maka muncullah intrik politik, agama, budaya, teknologi, dan prilaku manusia ketika kekaisaran ingin mengambil alih planet tersebut. 

Fakta Seru: Frank Herbert menemukan judul bukunya dari sebuah daerah di Florence, Oregon, ketika sekelompok agrikultur berusaha menghentikan gundukan pasir yang mengisap dengan menanamkan rerumputan. Frank Herbert menghabiskan waktu 5 tahun meneliti dan memperbaiki draft tulisannya sebelum akhirnya diterbitkan tahun 1965.

Buku-buku Frank Herbert yang diapresiasi: Buku Dune adalah karyanya yang paling terkenal yang kemudian dilanjutkan dengan Dune Messiah, The Children of Dune dan God Emperor of Dune. Juga masih ada serial Pandora Sequence dan lainnya. 



6. 2001: A Space Odyssey by Arthur C. Clarke


Berkisah tentang adanya bangunan berupa monolith yang ternyata merupakan alat dari alien untuk menginspirasi pertumbuhan masyarakat primitif menjadi lebih modern. Lalu seorang ilmuwan pada tahun 1999 mengunjungi stasiun luar angkasa yang bertempat di bulan dan mengetahui adanya gangguan energi. Setelah ditelusuri ditemukan benda serupa monolith. Penyelidikan lebih lanjut membuat para ilmuwan ini diberi misi mengunjungi salah satu bulan Saturnus, Iapetus. Dalam pesawat luar angkasa mereka, ada sebuah program pintar sebagai asisten yang disebut Hal. Dan dari sini hal-hal aneh mulai terjadi.

Fakta Seru: Arthur Clarke telah menjadi pemerhati perjalanan luar angkasa semenjak kecil. Bersama Robert Heinlein dan Isaac Asimov, mereka disebut "Tiga Besar" dalam dunia fiksi ilmiah.   

Buku-buku Clarke yang diapresiasi: Sebelum menerbitkan Space Odyssey (1968), Clarke terkenal akan bukunya yang berjudul Childhood's End (berupa kumpulan cerpen) ketika bumi mendapat invasi alien hanya saja entitas ini memberikan perdamaian dunia. Dan identitas alien baru terungkap pada hari yang ditentukan alien itu sendiri, dengan wujud yang menjadi pertentangan dalam kaum religius dunia. Selanjutnya ada buku The Rendezvous with Rama tentang pesawat alien memasuki atmosfer bumi dan The Fountains of Paradise tentang sebuah teknologi yang disebut 'space elevator'.



7. Neuromancer by William Gibson


Memperkenalkan dunia matrix, sebuah jaringan nirkabel global yang menghubungkan pikiran manusia secara langsung ke dalam dunia virtual. Dunia dalam buku ini sudah sangat maju dimana organ tubuh artifisial menjadi normal dan orang-orang terhubung ke dalam jaringan. Seorang hacker yang melepaskan diri kemudian mencoba menembus pusat jaringan untuk melepaskan hubungan virtual.

Fakta seru: William Gibson membuat istilah baru 'cyberspace' dalam novelanya Burning Chrome (1982) yang kemudian digunakan ketika internet muncul pada tahun 1990an. Neuromancer diterbitkan pada tahun 1983 dan mendapat pengaruh besar dari penulis Philip K. Dick dengan bukunya Do Androids dream Electric Sheep? William Gibson masih hidup dan buku terbarunya The Peripheral terbit tahun 2014.

Buku-buku William Gibson yang diapresiasi: Neuromancer dikembangkan menjadi Sprawl trilogy dengan sekuelnya berjudul Count Zero dan Mona Lisa Overdrive.



8. Do Androids Dream Electric Sheep? by Philip K. Dick


Pada tahun 2021 udara terkontaminasi oleh debu radiasi membuat penduduk Amerika mengungsi besar-besaran ke wilayah barat. Seorang pemburu bayaran kemudian disewa untuk memusnahkan 6 android dengan tipe Nexus-6. Hanya saja para android ini dibuat sangat menyerupai manusia sehingga sulit membedakan mereka dengan manusia normal. Dengan munculnya agama baru yang menolak adanya android dan membuat setiap pengungsi membawa hewan peliharaan sebagai bukti makhluk yang berempati (dibanding android), novel ini akan membuat kita bertanya-tanya apa artinya menjadi manusia.

Fakta Seru: Sepanjang hidupnya Dick melawan depresi, gangguan kegelisahan, dan schizophrenia. Ketika sakitnya kumat, Robert Heinlein menghubunginya dan memberinya dorongan semangat. Buku ini terbit tahun 1968 dan dikembangkan menjadi serial Blade Runner yang sudah diadaptasi menjadi film layar lebar.

Buku-buku Dick yang diapresiasi: Ubik (1969) adalah buku tentang manusia yang berhasil mengolonisasi Bulan dan menguasai kemampuan cenayang. Selanjutnya terdapat buku The Man in The High Castle (1962) yang melambungkan namanya, menceritakan tentang sejarah alternatif pada perang dunia kedua ketika imperal Jepang dan Uni Sovyet berhasil mengalahkan Amerika Serikat.



9. Stranger in a Strange Land by Robert Heinlein


Bumi berubah banyak setelah Perang Dunia Ketiga usai dan sistem pemerintahan menjadi berbeda di berbagai belahan dunia. Di Amerika Serikat sendiri politik berbasis agama memegang peranan penting. Kemudian sekelompok peneliti dikirim untuk mengamati planet Mars tetap di tengah jalan pesawatnya hilang kontak. Bertahun-tahun kemudian baru diketahui seorang anak selamat dari kecelakaan tersebut dan dirawat oleh penduduk Mars. Dia dikirim kembali ke bumi dan harus mempelajari cara-cara hidup orang bumi.

Fakta Seru: Robert A. Heinlein adalah mantan anggota angkatan laut Amerika Serikat dan telah mengarungi Perang Dunia Kedua. Selama perang tersebut Heinlein tetap menulis. Buku ini direncanakan akan diadaptasi menjadi seri oleh Syfy.

Buku-buku Heinlein yang diapresiasi: Heinlein menulis banyak sekali novel, novela, dan cerpen. Tetapi hanya beberapa yang mendapat penghargaan, antara lain The Moon is a Harsh Mistress, Starship Troopers, dan Time Enough for Love.



10. The Hitchhiker's Guide to the Galaxy by Douglas Adams


Ceritanya di Inggris ada invasi Alien. Mereka datang dengan kapal UFO canggih dan mengumumkan pemberitahuan yang cukup sopan dengan bahasa Inggris. Pengumuman tersebut adalah mereka akan "menggusur" planet bumi dan segala isinya oleh perusahaan konstruksi Vogon agar proyek jalur luar angkasa (pesawat) bisa dilancarkan. Sangat disayangkan, kata alien ini, bahwa teknologi manusia belum cukup maju untuk mengungsi ke planet lain, tapi apa boleh buat semua sudah direncanakan. Makanya bumi pun 'digusur' tanpa warganya sempat protes. Kisahnya berlanjut ketika ada satu pria bumi yang diselamatkan agen alien dan dia menjadi satu-satunya manusia yang selamat. Mereka menumpang pesawat UFO tersebut dan berpetualang di angkasa.

Fakta Seru: Kisah ini awalnya adalah drama radio BBC yang tayang pada tahun 1978 berupa sebuah drama komedi. Tetapi sambutannya yang baik membuat Adams menciptakan format lain, mulai dari drama panggung, video game, novel, TV seri, dan film. Ide untuk membuat kisah ini muncul ketika Adams sendiri menumpang kendaraan orang lain saat bepergian ke Eropa dengan sebuah buku panduan The Hitchhiker's guide to Europe pada tahun 1971. Kemudian sambil berbaring mabuk di tanah lapang dan menatap langit berbintang, Adams berpikir kalau seandainya ada cerita tentang manusia yang menumpang ke galaksi. Maka dia pun membuatnya.

Buku-buku Adams yang diapresiasi: Adams membuat buku ini menjadi trilogi tetapi kemudian mengembangkannya kembali menjadi 6 seri. Serial The Hitchhiker menjadi sebuah fenomena unik dalam genre fiksi ilmiah. Douglas Adams diketahui menulis buku fiksi bergenre lain dan beberapa episode Doctor Who.  



11. Hyperion by Dan Simmons

by mhanski
Novel ini dibuat dalam beberapa lini waktu dan dibagi menjadi 6 bagian. Di dunia yang disebut Hyperion ada suatu makhluk purba, misterius, dan amat kuat bernama Shrike. Beberapa orang memujanya, beberapa lain takut padanya, dan sebagian lainnya bersumpah untuk menghancurkannya. Shrike menunggu mereka semua di dalam Lembah Kuburan Waktu. Pada detik-detik hari kiamat, 6 orang melakukan perjalanan ke Hyperion untuk mendapat jawaban atas teka-teki hidup mereka. Beberapa sambil membawa harapan, dan beberapa lainnya membawa rahasia buruk. Dan mungkin ada seseorang yang memegang takdir kemanusiaan di tangannya.

Fakta Seru: Tulisan Dan Simmons banyak mendapat pengaruh dari novel-novel klasik yang dibacanya. Seri Hyperion banyak dipengaruhi oleh novel abad ke-14 The Decameron oleh penulis Italia Giovani Boccaccio dan The Canteburry Tales oleh penulis Inggris Geoffrey Chaucer. Judul Hyperion Cantos sendiri diambil dari puisi-puisi karya John Keats.

Buku-buku Simmons yang diapresiasi: Selain Hyperion Cantos yang terdiri dari 4 buku, Simmons juga terkenal atas seri fiksi ilmiah lain yaitu Ilium dan Olimpos, berupa space-opera dan perperangan antar planet. Novel Song of Kali (1985) yang bergenre fantasi mendapat penghargaan terbaik. Simmons juga melihat Carrion Comfort, The Hollow Man, The Terror, dan beberapa novel bergenre horror/thriller.    

Komentar