Jumat, 14 Juli 2017

[AUTHOR] Jonathan Stroud

Halo Penefiers, sudah lama sepertinya tidak ada postingan baru di blog ini karena satu dan lain hal. Karena itu, dalam rangka menghidupkan kembali blog ini, maka postingan Author of The Month untuk November 2015 yang telah diposting di grup FB PNFI akan disalin-rekatkan di sini. Dan.. Author of the Month kali ini adalah.. 

Jreng jreng..

Jonathan Stroud


Jonathan Anthony Stroud lahir pada tanggal 27 Oktober 1970 di Bedford, Inggris. Si om ini mulai menulis sejak kecil, suka baca buku, menggambar juga. Sekitar umur 7 – 9 tahun, beliau sering banget dirawat di RS atau bedrest di rumah, karena sakit (ga dapat info juga sakitnya apa). Nah, buat killing time, beliau makin rajin baca buku. Setelah tamat kuliah sastra inggris di Universitas York, beliau bekerja di London sebagai Editor. Dan sejak tahun 1990an, beliau mulai menulis dan menerbitkan karya-karyanya, yang sukses besar.


[E-MAGZ] Portal Fantasi #01

Kamis, 13 Juli 2017

Novel YA untuk DC Comic Superhero Segera Datang!


Yaaasss kalau kalian tahu superhero dari DC Comics dan selama ini cuma bisa meratap karena nggak mampu bayar komiknya yang mahal ituh, sekarang DC Entertainment, Warner Bros dan penerbit Random House akan bekerja sama mengeluarkan Empat buku yang menceritakan Empat Superhero kita! 

Jadi siapa saja yang ikut menulis bukunya? 

Kamis, 06 Juli 2017

Booklicious July!

Bulan Juli telah tibaaaaa, Setelah liburan dan harus balik kerja atau sekolah, masih bingung mau baca buku apa? Penfi rekomen buku-buku berikut:



Selasa, 04 Juli 2017

Hal-hal yang Bisa Kamu Lakukan Saat Reading Slump

Ini sebenarnya biasa dan bisa terjadi pada siapa saja. Setelah selesai membaca buku-buku keren dan kembali pada kehidupan biasanya kita jadi merasa hampa karena dunia nyata begitu monochrome. Atau bisa juga terjadi setelah membaca buku-buku yang bikin selera membaca jadi lenyap. Akibatnya, kita jadi malas membaca buku lagi dan malah ada yang sampe stres begitu melihat timbunan buku yang menjulang. Istilahnya: Reading Slump! 

No worries penefiers, Penfi punya solusinya. Tinggalkan saja buku-buku itu untuk sementara dan mari menyegarkan pikiran dengan cara-cara berikut:


1. Berkebun

Dedaunan hijau dan bunga-bungaan (atau sayuran) bisa mengendurkan otot-otot tegang selepas membaca buku-buku baik yang epik maupun yang non-epik. Rutinitas mencacah tanah, menanam benih, dan menyiram air pun jadi solusi yang tepat untuk menyenangkan para peri (jangan lupa kasih madu) dan melupakan invasi zombie barang sejenak (toh mereka jalannya lelet).

Trivia: Roald Dahl - penulis Matilda, The BFG, Charlie & The Chocolate Factory, dan banyak lagi - juga suka berkebun lho. Kebun favoritnya dibuka untuk dijadikan tempat wisata sejak tahun 2009 (cek beritanya di sini).  


2.  Memancing


Beberapa orang mencari ketenangan dengan memancing. Konon, penantian berjam-jam agar seekor ikan mengambil umpan dari pancingan sangat menenangkan. Tidak penting apakah ikannya akan terpancing atau tidak. Kalian juga bisa ikut coba memancing, tapi hati-hati pada mermaid dan siren. Kalau beruntung, kalian bisa memancing cinta yang hilang
V( ^ 3 ^)V 

Trivia: Ernest Hemingway - penulis kondang yang bukunya kerap mendapat penghargaan - sangat menyukai memancing sampai-sampai dia menuliskannya dalam buku The Old Man and the Sea.


3. Fotografi


Bisa jadi ini salah satu hobi yang mahal karena untuk mengambil gambar kualitas High Definition, kalian butuh kamera canggih, lensa A-B-C yang harganya jutaan, dan pastinya butuh skill memadai juga. Ah tapi kalau memang suka pasti ada saja caranya. Kalian bisa menggunakan kamera dari telpon pintar kalian yang banyak fitur filternya, atau kalian bisa membuat kamera rakitan sendiri yang disebut kamera lubang jarum. Mencoba hal yang baru itu oke juga kan?

Trivia: Ransom Riggs - yang baru-baru ini menelurkan trilogy buku Miss Peregrine and the Peculiar Children (bahkan sudah ada filmnya juga) - menyukai fotografi dan hobinya mengumpulkan foto-foto vintage. Kalian bisa meniru Riggs untuk mencari bukti keberadaan makhluk fantasi di sekitar kalian (misalnya tante kunkun dan keluarga dedemitnya).


4. Belajar Teknik Berpedang Samurai


Atau Kungfu Shaolin, atau Pencak Silat, atau Karate, atau Wingchun, atau Ninja, atau Capoeira, atau menyumpit (teknik meniup jarum/panah beracun dari sebuah batang kecil/besar dari suku Dayak), atau ..... yah kalian tahu lah ya. Intinya ilmu bela diri. Semua itu akan menjadi olahraga yang bagus agar tubuh lebih fit dan lentur. Tentu saja agar kalian juga bisa mempraktikkan semua hal-hal keren yang dilakukan para jagoan kita di dalam buku. Tapi, jangan ke dukun buat belajar ilmu sihir ya, nanti malah disuruh jaga lilin (`3`)/ 

Saran 1: jika dirasa terlalu berat, olahraga biasa juga boleh. Misalnya lari-lari kecil menuju tempat diskonan buku. Atau weight lifting belanjaan buku diskonan. Atau .... oke, Penfi kudu stop. 


5. Ngepoin akun sosmed gosip


Eerrrr........ Memang yang satu ini nggak ada gunanya, bener-bener nggak produktif. Tapi sekali waktu pasti ada saat-saat kita ingin melampiaskan kenyinyiran kita terhadap sesuatu yang ...... kosong ...... cuma sekadar melepas penat. Terutama setelah membaca buku yang bikin kita emosi. Nah akun penyebar gosip bisa jadi cocok buat kalian. 

Warning: Penfi tidak bertanggung-jawab jika kalian semakin stres setelah membaca akun sosmed gosip. *kabur digendong Flash*


6. Bikin kue atau (belajar) memasak


Naaaah, yang ini Penfi sarankan dengan amat sangat. Kalau nggak bisa memasak, maka ini waktu terbaik untuk belajar. No hero can win the war with an empty stomach, begitu pepatahnya (Penfi baru bikin pepatah itu). Bahkan Pippin dan Merry (The Hobbit) aja kudu sarapan dua kali. Jadi, mulailah bereksperimen membuat kue dan memasak hidangan siapa tahu kalian malah membangkitkan hidden jutsu sebagai Chef berkualitas Michelin bintang tiga! 

Saran 2: kalo sukses jangan lupain Penfi ya, kirim-kirim kuenya yaaa~  



7. Travelling!


Ngerti, ngerti, buku bisa bikin kita travel ke banyak dunia. Lagipula kita masih kuliah/kerja/sekolah/berumahtangga/nguruspeliharaan dan lain sebagainya. Banyak dari kita yang merasa uang bulanan hanya lewat begitu saja dan sedihnya bagai di-PHP kekasih. Jadi kita cukup puas dengan buku dan jendela ajaibnya di pikiran kita. AKAN TETAPI! Travelling nggak melulu pergi ke luar kota atau ke luar negeri. Gunakan imajinasi kalian dan jalan-jalanlah ke......... mall (anggap aja lagi jalan ke kementrian sihir Inggris), atau ke rumah tetangga (anggap aja sedang mencari kata bertuah untuk misi penyelamatan naga), atau ke gang sebelah (anggap aja gang penuh jebakan dan harus dilewati sebagai mini quest), atau ke..... group chat sebelah....*lalu Penfi dijorokin ke laut*

*di tepi pantai* : percaya deh, jalan-jalan itu bagus untuk penyegaran otak (^__^)9 



Nah gimana? Apa Penefiers punya cara lain?

Sabtu, 17 Juni 2017

Booklicious June!

Bagi yang bingung bulan Juni ini mau baca apa aja, rekan-rekan Penfi menyarankan buku-buku yang mungkin bisa dijadikan masukan .... Seperti yang dibawah ini :





1. The Circle by Dave Eggers



Buku ini bertema distopia yang dibalut dengan ilusi utopia. Penfi setuju merekomendasikan buku ini karena kisah yang dibawakan sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, di mana kehidupan sosial kita sudah digantikan oleh perangkat media jejaring. Berapa lama waktu yang kita habiskan di sosial media? Seberapa banyak kalian menghargai privasi kalian sendiri di sosial media? Pertanyaan-pertanyaan ini akan muncul sewaktu membaca buku ini. Selain itu, buku ini sudah diadaptasi jadi film dengan bintangnya Emma Watson dan Tom Hanks. Penerbit Bentang sudah menerjemahkan buku ini tahun lalu.



2. American Gods by Neil Gaiman


Buku Neil Gaiman selalu merupakan pilihan terbaik untuk dibaca jika kalian menyukai latar cerita yang kelam dan gelap. Buku yang ini baru saja dicetak ulang oleh Gramedia Pustaka Utama karena serial televisi nya sedang berjalan dan mendapat sambutan baik. Ini adalah buku kategori dewasa yang menceritakan seorang pria bertemu dewa-dewa purba yang hidupnya kini tak semegah dahulu ketika orang-orang masih memuja mereka, dan pria itu terjebak dalam permainan para dewa yang ingin berjaya lagi dengan melawan dewa-dewa baru. Di sini kalian akan melihat sisi lain dari dewa-dewa yang sering kita baca dengan sisa-sisa kejayaan mereka. Kalau kalian suka kisah Urban Fantasy, maka ini mungkin bisa jadi pertimbangan untuk dibaca selanjutnya.


3. The Immortals by Tamora Pierce


Setelah Distopia dan Urban Fantasy, sekarang giliran High Fantasy yang jadi rekomendasi dari Penfi. Kerajaannya bernama Tortal dan buku ini mengisahkan petualangan seorang gadis yang bisa berbicara dengan binatang. Di buku pertama, Daine masih berumur 13 tahun dan pikiran-pikirannya masih sepolos anak-anak. Ada kejahatan di dunia ini yang mengancam kerajaan tapi karena Daine masih kecil dia tidak begitu terlibat, hanya orang-orang dewasa saja yang mengurus masalah-masalah besar. Seiring waktu, di buku-buku selanjutnya Daine yang tumbuh dewasa lebih mengerti tentang dirinya sendiri dan lebih menguasai kemampuannya. Buku ini sangat manis karena menyelami perasaan binatang dan termasuk bacaan ringan yang menghibur. Jika kalian sedang memasuki mood reading slump, mungkin buku ini bisa menggairahkan kalian lagi. Buku ini sudah lama diterjemahkan oleh Elex Media Komputindo.


4. Dark Matter by Blake Crouch


Buku ini masih hangat lho! Maksudnya baru saja diterbitkan oleh Noura Publishing. Kalau kalian suka buku bertema fiksi ilmiah, buku ini cocok untuk kalian. Mengisahkan seorang pria yang tiba-tiba saja diculik dari keluarganya dan dibawa ke sebuah dunia yang sangat mirip dengan dunianya tetapi dengan perbedaan besar. Bahwa dia tidak pernah menikah dan memiliki anak, bahwa dia bukan seorang dosen di universitas. Lalu sejak mengetahui bahwa ada mesin yang bisa membawa dirinya pulang ke keluarga aslinya, dia berjuang untuk pulang. Buku ini akan membuat kalian berpikir mengenai pilihan-pilihan yang sudah kalian buat dan yang akan kalian buat. Bahwa di setiap pilihan tersebut, hidup kalian akan jadi sedikit berbeda. Buku ini bisa dibaca dalam sekali lahap karena dibuat dalam tempo cepat, dan bisa membuat kalian ikut merasa tegang.


5. Crenshaw by Katherine Applegate


Yang ini buku tentang keluarga. Tentang seorang anak yang memiliki teman khayalan berupa seekor kucing besar yang disebut Crenshaw. Seiring waktu kalian akan menyelami kehidupan si anak dan keluarganya yang walau tidak memiliki apa-apa tapi masih bisa bercanda dan memiliki harapan. Crenshaw si kucing selalu menemani sang anak dalam kesusahannya. Buku ini cocok dibaca anak-anak dan kalian juga akan merasa hangat setelahnya. Buku ini juga baru saja diterbitkan Mizan Fantasy Publishing lho. Siapa tahu kalian akan menyukainya seperti rekan-rekan Penfi juga. 




Nah, apa rekomendasi bulan Juni kali ini membantu? 

Jumat, 09 Juni 2017

14 Novel Klasik Bertema Distopia Wajib Baca

Sir Thomas More, penulis sekaligus penasihat Raja Inggris menerbitkan bukunya yang berjudul "Utopia" pada abad ke-16, sebagai pengharapan atas dunia yang lebih damai tanpa kekerasan dan kemiskinan. Kisah dunia utopis bisa ditemukan sejauh 380 SM dalam buku Plato yang berjudul "The Republic" yang akhirnya mempopulerkan kerajaan Atlantis. Pada abad ke-19, seorang ahli filsafat asal Inggris menggunakan lawan kata dari utopia menjadi distopia, yang berarti sebuah dunia yang dikuasai pemerintahan opresif, ketimpangan status sosial, kemiskinan masal, dll. Pada abad ini pula-lah tema distopia menjadi semakin populer sebagai kritik terhadap kebijakan pemerintahan yang dituangkan dalam literasi fiksi dan bisa juga dianggap sebagai peringatan terhadap ideologi-ideologi yang ekstrim.  

Nah, mari kita tengok novel-novel distopia yang menggemparkan dunia literasi sampai saat ini dan masih akan relevan untuk masa yang akan datang: