Tampilkan postingan dengan label ulasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ulasan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 November 2017

[ULASAN] Mandalas: Pembaca Alam by Giovani Dio Prasasti




 Mandalas The Visioner

Penulis: Giovani Dio Prasasti

Penerbit: Kanisius Media
Terbit: 2017
ISBN: 9789792153200

Sinopsis:
Pada 2080 N, sebuah negara yang disebut Mandalas, membangun tembok-tembok besar yang memisahkan perkotaan dengan wilayah luar yang berisi kaum terbuang dan yang dianggap penjahat. Kemudian, sebuah senjata yang disebut Pembaca Alam digunakan para pemberontak untuk melawan. Namun tidak ada yang kuat menggunakannya, kecuali Kenan Tung. Kenan yang hilang setelah bertahun-tahun, sosoknya diganti seorang pria muda kaya yang merupakan putra Zardi Willing, Timothy Willing, Timo yang tidak sengaja membunuh orang dan menemukan kekuatan Pembaca Alam dalam dirinya harus lari menghindari hukuman mati ke luar tembok kota. Timo pun bertemu para pemberontak dan berlatih menguasai kekuatannya, sebelum ramalan mengerikan tentang kiamat kedua yang dia lihat menjadi kenyataan. Sementara itu, dia juga harus menyelamatkan adiknya, Deran, dan juga menggulingkan tirani pemerintah.


Selasa, 18 Juli 2017

[ULASAN] EPHEMERAE oleh Natasya Fila Rais


Judul: Ephemerae
(A Story about Soul-Traveller)
Penulis: Natasya Fila Rais
Penerbit: BitRead
Terbit: 2017
ISBN: 978-602-6416-16-2

Sinopsis:
Best friends usually said 'good morning' once they met on the street.
'Good morning, Cal.' That was how it should be.
But it ws all different with Caleb.
"Good morning, Cal." I doubted he remembered himself as a Caleb.
Instead, all I could say every morning was 'Who are you today?'

Caleb Donahue is never an ordinary guy. Hei is a time traveler, traveling from one soul to another, as he takes a journey into different era everyday. Amethyst Mist, Caleb's best friend, has never felt more lost. Together, they go through various adventures. But the more they discover new time to settle in, the less they know themselves.

[ULASAN] DHARITRI oleh Nellaneva

Judul:Dharitri
Penulis: Nellaneva
Penerbit: ICC Publisher
Terbit: 2017
ISBN: 978-602-7486-51-5

Sinopsis:

Dunia baru, bentuk restorasi setelah Perang Dunia III, diyakini sebagai dunia yang lebih baik bagi sisa umat manusia di bumi. Pernyataan itu rupanya tidak berlaku bagi Aran dan Shreyas. Terdampar di Dharitri, negara pembakang yang menolak konsep Dunia Baru, mereka berdua mencari cara untuk mempertahankan eksistensi negara tersebut.

Selamat menikmati Dharitri, tempatmu menemukan bagian dirimu yang hilang dan merengkuh rekan sejatimu. Negeri mentari yang merangkul para petualang, selama kamu tidak tahu apa yang tertanam di dalamnya.


Rabu, 31 Mei 2017

[ULASAN] GANG oleh Avans Cross Lines



Judul Buku: GanG
Penulis : Avans Cross Lines
Penerbit: Cross Lines Books (self-published)
Terbit: April 2017
ISBN: 978-602-665-211-9

Sinopsis:
Martyr Project, sebuah proyek rahasia pemerintah yang bertujuan untuk mencari pelaku kasus pembunuhan dengan cara menghidupkan kembali jasad korban yang telah mati dan menjadi saksi atas kematiannya sendiri.
Alley, seorang ibu muda beranak satu itu melakukan pencarian terhadap suaminya yang hilang di kota mati yang coba pemerintah hidupkan kembali sejak 3 tahun lalu setelah sebelumnya terisolasi selama seabad dari peradaban. Namun, pencarian ini tak semudah yang ia kira karena kegelapan hendak mengurungnya dalam ruang dan waktu tak menentu. Ia tersesat di sebuah gang misterius dan perlahan menemukan fakta-fakta mengejutkan.
Penyihir, mutan, monster, virus, gas beracun, iblis, arwah gentayangan, zombie, teknologi berbahaya masa lalu, dan walikota berusaha melenyapkan Alley dalam pencariannya terhadap suaminya, anaknya, dan kebenaran tentang segala hal yang terjadi di kota tersebut.


Selasa, 07 Februari 2017

Ulasan Buku Pemenang PNFI AWARDS 2016 (Cover Of The Year - Indonesian Fantasy Fiction) : Matahari

Judul asli : Matahari (Bumi #3)
Judul terjemahan : -
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : Juli 2016
Jumlah halaman : 390 halaman

Setelah petualangan seru Raib, Seli, dan Ali di klan Matahari di buku kedua, Bulan, dan di klan Bulan di buku pertama seri ini yang berjudul Bumi, petualangan mereka berlanjut di lokasi tempat klan Bintang bersembunyi.

Sebagai remaja, jelas perubahan fisik dan psikis mulai terjadi pada Raib, Seli, dan Ali. Ali yang biasanya pendiam dan berandalan, kini malah bertransformasi menjadi remaja idola di sekolah. Tidak adanya kabar berita dari klan-klan lain membuat trio ini bingung. Namun mereka tidak berputus asa, mereka terus mengasah kekuatan masing-masing. Raib mampu menghilang, Seli mampu mengeluarkan petir, sedangkan Ali bisa berubah wujud, belum lagi kejeniusannya yang mencengangkan di seri ketiga ini.

Dengan sampul buku super keren ini (ditambah cetak ulang dengan sampul senada untuk Bumi dan Bulan), Matahari lagi-lagi menyuguhkan petualangan ajaib Raib, Seli, dan Ali. Kali ini mereka harus mencari lokasi persembunyian klan Bintang. Akankah mereka menemukan klan Bintang ? Apakah yang akan mereka hadapi sesampainya disana ?

Menyuguhkan aksi fantasi untuk remaja, boleh dibilang bahasa yang digunakan Tere Liye cukup enak dicerna. Akan tetapi, bagi para pembaca yang telah banyak membaca novel fantasi terjemahan, mungkin akan merasakan kuatnya pengaruh beberapa novel terkenal dalam karya Tere Liye ini. Maka dari itu do not take it too high. Karena memang banyak sekali elemen-elemen dari cerita ini yang mungkin bukan barang baru dalam novel fantasi.

Semoga tertarik membaca. Dan nantikan buku terakhirnya, Bintang yang mungkin akan rilis dalam waktu dekat. ^^


Rabu, 01 Februari 2017

Ulasan Buku Pemenang PNFI Awards 2016 ( Best Fantasy Romance ) : Scarlet

Judul asli : Scarlet (The Lunar Chronicles #2)
Judul terjemahan : -
Penulis : Marissa Meyer
Penerjemah : Dewi Sunarni
Editor : Selsa Chintya
Penerbit : Spring
Tahun terbit : Februari 2016
Jumlah halaman : 444 halaman

Buku kedua dari seri The Lunar Chronicles ini memang menyuguhkan cerita yang semakin menarik. Belum selesai dengan urusan tokoh utama buku pertama, Linh Cinder dalam petualangan ala Cinderella masa depan dengan elemen teknologi canggih, kita kemudian diajak berpindah ke tokoh fairytale lainnya, Scarlet.

Dilihat dari sampul bukunya, Scarlet adalah semacam versi retelling dari Si Kerudung Merah dan Serigala, dongeng Grimm klasik yang lumayan mendebarkan. Dan tentu saja, petualangan Scarlet Bennoit dalam cerita yang ber-setting di Paris ini membawa level baru dalam petualangan Si Kerudung Merah dan Serigala. Scarlet mencari neneknya, Michelle Bennoit yang hilang. Scarlet percaya neneknya diculik. Maka dengan berani, Scarlet menelusuri jejak-jejak yang ditinggalkan demi bertemu kembali dengan sang nenek. Petualangan ini mempertemukannya dengan Wolf, pria ganteng misterius dengan aura serigala yang berbahaya sekaligus mempesona.

Kepiawaian Marissa Meyer dalam menyusun aksi, romansa, dan pengungkapan fakta masa lalu, serta hubungan dengan Cinder dan Ratu Levana nan kejam, membuat kita seolah menahan napas membacanya. Marissa Meyer yang memang sudah ahli dalam membuat fanfiksi dan memang pecinta anime ini, membuat kita tidak sulit membayangkan keseruan adegan-adegan dalam bukunya. Nuansa romansa yang lumayan pekat di buku ini mungkin bisa membuat sebagian pembaca jengah atau malah histeris. Benar-benar menghibur.

Dan akhirnya pembaca yang geregetan akan semakin gigit jari dengan eksekusi bukunya. Bersyukur sekali Penerbit Spring telah menerbitkan semua buku dalam seri ini di tahun 2016 lalu ( Cinder, Scarlet, Cress, dan Winter), yang menjawab penasaran akan bagaimana seri ini akan berakhir.

Bagi yang belum membaca seri ini, yuk dibaca. Cuma empat buku looohhh..hihihihi.. ^^



Ditulis oleh : Greeny Onie

Rabu, 25 Januari 2017

Ulasan Buku Pemenang PNFI AWARDS 2016 (Best Paranormal & Supernatural Fiction) : Pemuda Berongga

Judul asli : The Hollow Boy (Lockwood & Co 3)
Judul terjemahan : Pemuda Berongga
Penulis : Jonathan Stroud
Penerjemah : Poppy D. Chusfani
Editor : Primadona Angela
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : Agustus 2016
Jumlah halaman : 440 halaman

Punya masalah hantu ? Hubungi agensi Lockwood & Co di Portland Row London. Anthony Lockwood, George Cubbins, dan Lucy Carlyle akan membantu anda !

Setelah wabah hantu melanda Inggris, muncul berbagai agensi pembasmi hantu yang menjadi tumpuan keamanan supernatural warga. Agensi Lockwood & Co pimpinan Anthony pun juga semakin terkenal dan menuai reputasi bagus setelah berhasil menuntaskan kasus-kasus sebelumnya dengan gilang-gemilang.

Di buku ketiga ini, disuguhkan petualangan level berbeda dari para agen. Seringkali Anthony, George, dan Lucy harus menghadapi kasus sendiri-sendiri karena banyaknya permintaan klien. Mulai dari kasus jejak berdarah, berbagai penampakan tak biasa, hingga puncaknya, kasus besar yang menyebabkan agensi hantu sekelas Fittes & Rotwell nyaris gulung tikar. Ada misteri dan konspirasi besar dibalik semua kejadian ini tentunya.

Setelah dipojokkan dalam cliffhanger yang lumayan bikin greget di buku sebelumnya (THE WHISPERING SKULL - TENGKORAK BERBISIK), di buku ketiga ini masa lalu Anthony jadi jauh lebih jelas, namun ini membawa gelombang perasaan yang berbeda bagi Lucy. Masih diceritakan dalam sudut pandang Lucy, kegalauannya bertambah karena kedatangan Holly Munro, gadis baru di agensi yang berperan sebagai tenaga administratif merangkap urusan rumah tangga agensi. Belum lagi bisikan nyinyir si tengkorak dalam botol selai bersegel yang kadang membantu kadang nyebelin. Tak pelak lagi membuat cerita di buku ketiga ini jadi semakin warna-warni. Misteri besar soal Pemuda Berongga pun akhirnya menjadi suatu fakta mengejutkan bagi para pembaca.

Jonathan Stroud berhasil meramu elemen humor dan horor dalam kemasan berbeda. Rancang bangun dunianya membuat kita cukup merinding. Harus siap-siap dengan rapier, serbuk besi, garam, dan suar magnesium bila berjalan sendirian di tempat berhantu. Dan seperti biasa, keseruan membaca buku ketiga ini akan ditambah dengan cliffhanger lagi di ujung ceritanya. Membuat kita tak sabar menantikan buku keempatnya : THE CREEPING SHADOW.

Maka nggak heran, kalau seri ini yang muncul sekali setahun berhasil menyabet penghargaan kategori fiksi paranormal dan supernatural di PNFI Awards selama tiga tahun berturut-turut. Belum baca serinya dari awal ? Yuk mulai, bukunya belum langka kok. ^^


Ditulis oleh : Greeny Onie

Minggu, 22 Januari 2017

Ulasan Buku Pemenang PNFI AWARDS 2016 (Best Indonesian's Fantasy Fiction) : Inteligensi Embun Pagi

Judul buku : Inteligensi Embun Pagi (Supernova #6)
Penulis : Dee Lestari 
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun terbit : Februari 2016
Jumlah halaman : 724 halaman 

Apa yang terpikir di benak anda mengenai seri Supernova ?
Nah, mungkin asumsi awam berpikir kalau seri ini bukanlah sejenis bacaan yang menyerempet ranah fantasi dan fiksi ilmiah. Elemen roman dan filosofi kehidupan yang lumayan pekat cukup mengaburkan kita di buku-buku sebelumnya. Lagipula, sastra Indonesia kita sepertinya masih belum begitu menggugah pembacanya dalam genre fantasi. Kita masih dalam genggaman buku-buku terjemahan.

Menyuguhkan buku terakhir dalam seri Supernova yang telah terbit 5 buku sejak tahun 2000an, Dee ternyata mengagetkan pembaca setianya dengan elemen fantasi dan fiksi ilmiah yang dibangun cukup kuat. Sebenarnya, bagi pembaca seri Supernova yang setia, tidak dapat dipungkiri, hawa fantasi dan fiksi ilmiahnya sudah terasa mulai dari buku ketiga, Petir (menurut Penfi loh ya..hehe). Dan sang ibu Suri kita mengukuhkan itu dalam jalinan cerita apik dan epik di buku terakhir ini.

Bercerita mengenai pertemuan dan pencarian Gio, si pemuda ganteng yang sebelumnya mencari Diva, model supercantik misterius di kedalaman Amazon. Gio akhirnya pulang ke Indonesia. Dan disinilah Gio dipertemukan dengan para tokoh utama dari buku-buku sebelumnya. Kita akan bertemu kembali dengan Bodhi, Elektra, Zarah, Alfa, dan banyak tokoh lain yang tak dinyana ternyata memegang peran masing-masing. Petualangan penuh aksi dan takdir mereka yang saling berkelindan, cukup membuat betah membaca buku tebal ini. Akhirnya kita tau, apa tujuannya dan apa sebenarnya yang terjadi. Jelas hidup para tokoh ini tidak akan sama lagi.

Yang mengagumkan dari Dee adalah penulisan cerita yang tentunya menggunakan riset yang tidak sembarangan akan fakta-fakta ilmiahnya. Ini membuat Penfi suka sekali, karena sebagai penulis, sebaiknya riset yang baik itu perlu, supaya tidak membuat kekacauan fakta bagi para pembaca. Selain itu, selipan-selipan kemanusiaan, lingkungan, dan berbagai isu global cukup untuk membuat kita merenung. Sejauh apa Bumi yang dititipkan pada kita ini telah berubah ?

Pada akhirnya, semoga pembaca bisa tergugah untuk membaca novel bagus ini. Tentunya dimulai dari awal ya, Kesatria, Puteri, dan Bintang Jatuh -- Akar -- Petir -- Partikel -- Gelombang, dan diakhiri dengan Inteligensi Embun Pagi (namun ada kemungkinan...errr..hahahaha..). Banyak ya ? Tenang aja, bukunya belum langka dan percayalah ini akan jadi petualangan membaca yang menyenangkan. ^^


Ditulis oleh : Greeny Onie

Kamis, 05 Januari 2017

Ulasan Buku : Rumah Miss Peregrine untuk Anak-Anak Aneh

Judul asli : Miss Peregrine's Home For Peculiar Children
Judul terjemahan : Rumah Miss Peregrine untuk Anak-Anak Aneh
Penulis : Ransom Riggs
Penerjemah : Tanti Lesmana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : September 2016
Jumlah halaman : 544 halaman


Menceritakan tentang Jacob, sang tokoh utama, yang galau apakah dia harus percaya kata-kata sang kakek atau harus terus melanjutkan hidup sebagai anak magang "spesial" di supermarket milik keluarganya. Kemudian terjadilah hal tak terduga yang membuatnya bisa melihat hal "aneh", semacam monster. Awalnya dia terkejut dengan apa yang dilihatnya sampai ia menggambarkannya sendiri dan menyebutnya monster. 

Jacob yang dianggap gila dan diharuskan periksa kepada psikiater lalu dikirim untuk jalan-jalan ke sebuah pulau yang notabene berhubungan erat dengan sang Kakek yang telah meninggal dunia. Dan di pulau inilah Jacob bertemu dengan takdirnya yang 'aneh' dan mencengangkan. Jacob bertemu dengan serombongan anak-anak 'aneh' yang berada di bawah asuhan Miss Peregrine.

Keunikan utama dari novel adalah gambar-gambar yang berserakan pada sela-sela cerita dan bab. Penulis pandai membuatnya sebagai unsur tambahan yang memberikan kesan misterius dan sedikit mengerikan pada cerita. Jadi, ketika penulis mendeskripsikan satu persona yang biasanya unik dan aneh, potret dari persona tersebut terlampir pada halaman berikutnya. Kita akan merasa takjub pada fakta bahwa lebih dari seratus ribu foto telah melewati tangannya ketika menciptakan buku ini. Malah sebenarnya, ide awal buku ini adalah dari kegemaran penulis mengumpulkan foto-foto zaman dulu. Selain mengorek-ngorek tumpukan foto lama di pasar-pasar loak dan toko-toko antik, penulis juga menghabiskan waktu berjam-jam di rumah beberapa kolektor dan mencari di dalam kotak-kotak, folder-folder, dan album-album yang sarat dengan foto-foto menakjubkan. Ini sedikit dikutip dari hasil wawancara yang disertakan pada edisi terjemahan buku ini.

Senada dengan edisi terjemahannya, film adaptasi buku ini juga sudah hadir pada September 2016 dengan judul sama, yang disutradarai oleh Tim Burton. Hal ini tentu saja menambah keinginan untuk membaca (dan mengoleksi bukunya). Semoga buku kedua dan ketiga sesegera mungkin bisa menyusul untuk diterbitkan edisi terjemahannya.


Ditulis oleh : Abduraafi Andrian

Minggu, 25 Desember 2016

Ulasan Buku : Firefight

Judul asli : Firefight (The Reckoners Trilogy #2)
Judul terjemahan : -
Pengarang : Brandon Sanderson
Penerjemah : Putra Nugroho
Penerbit : Nourabooks
Tahun terbit : September 2016
Jumlah halaman : 584 halaman
Setelah pertarungan luar biasa keren melawan Steelheart di buku pertama (berjudul Steelheart, terbit di tahun 2016 ini juga), David tak lagi berpikiran sama tentang para Epik. Menurut David, Mereka semua hanyalah korban dari kekuatan mereka sendiri. Dan mungkin saja, para Epik masih bisa diselamatkan dari sifat mereka yang cenderung merusak dan membunuh itu. Kalau saja mereka mau untuk tidak menggunakan kekuatan mereka untuk beberapa lama. Mungkin saja mereka bisa normal, seperti hal nya orang-orang terdekat yang David kenal dengan baik.
Epik sejatinya adalah manusia berkekuatan super yang diberi anugerah setelah terjadinya Calamity, semacam radiasi benda langit yang membuat orang-orang tertentu memiliki kekuatan di luar manusia biasa. Sayangnya, para Epik ini malah terkorupsi oleh kekuatan itu sehingga mereka menjadi jahat dan egois. Dan untuk itulah Reckoners ada, bersama David di dalamnya yang memiliki misi menghancurkan dan mencari kelemahan para Epik.
Setting Firefight kali ini tak hanya berada di New Cago, kota yang menjadi jajahan Steelheart. Tapi kita juga akan berkenalan dengan kota baru bernama Babilar alias Babylonia Restored alias Manhattan. Babilar adalah sebuah kota yang menarik dan memiliki Epik tiran sendiri, Regalia. Aura kelamnya berbeda dari New Cago. Babilar mengingatkan kita seperti bagian awal dari film X-Men : Days Of Future Past. Disinilah David dan tim mesti memutar otak dan berpacu dengan waktu untuk menghadapi Regalia dan rekan-rekan Epiknya yang tak kalah mahadaya, seperti Newton dan Obliteration dengan kemampuan super pemusnah massal.
Rancang bangun di Babilar dan jalan cerita beserta plot twist nya, mampu membuat kita terperangah. Seri The Reckoners adalah bacaan sci-fi menggugah yang keren dan futurisitik. Selain itu, entah kenapa, membaca buku ini seolah-olah bisa kita bayangkan bagaimana tampilan sinematografisnya bila difilmkan. Jelas menjadi bacaan yang direkomendasikan bagi para penggemar novel fantasi dan tentunya fiksi ilmiah plus ada hawa-hawa distopia dan post apocalyptic.
Buku terakhir, CALAMITY telah terbit edisi aslinya. Semoga segera diterjemahkan ya. Dan jangan lupa koleksi Steelheart dan Firefight dalam lemari bukumu !!
Ditulis oleh : Lathifah Thifa dan Greeny Onie

Selasa, 13 Desember 2016

Ulasan Buku : Sang Ahli Monster

Judul asli : The Monstrumologist
Judul terjemahan : Sang Ahli Monster
Pengarang : Rick Yancey
Penerjemah : Nadya Andwiyani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : September 2016
Jumlah halaman : 480 halaman

Inilah rahasia-rahasia yang kusimpan. Inilah kepercayaan yang tak pernah kukhianati. Namun, ia telah tiada selama hampir sembilan puluh tahun, pria yang memercayaiku, yang membuatku menyimpan semua rahasia ini. Yang menyelamatkanku… dan yang mengutukku.
Menceritakan kehidupan Will Henry, anak lelaki 12 tahun bersama seorang ilmuan-ahli Monster-Monstrumologist bernama Doktor Pellinore Warthrop, yang eksentrik dan dingin. Mereka harus menghadapi serbuan rombongan Anthropophagi, semacam makhluk tak berkepala yang doyan makan manusia (senada dengan definisi namanya, Anthropos - manusia, phagi-phagos - makan, mencerna). Mengambil setting di tahun 1888 di Amerika Utara, Kota New Jerussalem, Will Henry dan Doktor Warthrop mesti mengenyahkan rombongan makhluk sadis ini sekaligus menghadapi pertanyaan besar : kenapa para pemangsa yang katanya berasal dari pedalaman Afrika ini bisa sampai dan beranak pinak nun jauh dari tempat asalnya.
Darah, potongan tubuh, kekelaman, sadistik, memangsa dan dimangsa, jadi elemen yang lumayan kuat dalam buku ini. Meskipun ketika membacanya, kita akan menyadari bahwa tokoh-tokoh dalam buku ini jauh lebih monster dari monster yang mereka buru. Yang jelas, kekelaman dan kekejian serta apa yang mengintai di ruang hati dan pikiran terdalam, termasuk kesepian, ketakutan, dendam, rasa bersalah, dan mungkin rasa tidak diinginkan akan mewujud menjadi monster itu sendiri. Begitulah kira-kira penggambaran kengerian dalam buku ini. Jika agak sulit menerima kesadisannya, harus agak berhati-hati membacanya.

Akan tetapi, buku ini sangat menghibur dengan cara yang aneh. Siapa tau anda sekalian tertarik membaca dan mengoleksinya. Worth to read !!
...Barangkali beban yang kau tanggung ini, akan terbukti menjadi suatu anugerah.. (Dr.Warthrop)
Oleh : Greeny Onie

Rabu, 30 November 2016

Ulasan Buku : Penjelajah Antariksa #6 : Kunin Bergolak (Lagi)

Judul asli : Penjelajah Antariksa 6 : Kunin Bergolak (Lagi)
Pengarang : Djokolelono
Penerbit :Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun terbit : Juni 2016
Jumlah halaman :192
Ribuan tahun dari sekarang, Terra atau Bumi yang manusia tempati, tiada akibat perang. Penduduk Terra berpencar mencari planet yang bisa mereka tinggali.
Membawa angin segar bagi dunia penulisan lokal, Djokolelono menyuguhkan seri fiksi ilmiah dengan mengusung judul Penjelajah Antariksa. Selama akhir tahun 2015 hingga pertengahan 2016 ini, penerbit KPG telah menerbitkan keenam bukunya (dari ketujuh buku yang direncanakan). Faktanya, tiga seri awal Penjelajah Antariksa : Bencana Di Planet Poa, Sekoci Penyelamat Antariksa, dan Kunin Bergolak, sebelumnya telah diterbitkan tahun 1985-1988. Wow, sudah begitu lama ternyata ya. Dan setelah lama vakum, seri ini diangkat kembali dan dilanjutkan penerbitannya.
Sebuah planet bernama Kunin II telah menjadi pangkalan pemberontakan terhadap Starx, suatu persatuan multigalaksi. Penggalangan makar di Kunin II yang awalnya merupakan planet penjara tanpa teknologi, dipimpin oleh Jenderal Roon yang memanfaatkan Veta dan Stri, kakak adik yang selamat dari bencana di planet Poa untuk membantu misinya. Sementara itu saudara Veta dan Stri, Vied dan Raz masih terombang-ambing di planet lain dengan masalah yang berbeda. Akankah keempat bersaudara ini berkumpul kembali ? Bagaimanakah nasib Starx ke depannya ? 
Seri Penjelajah Antariksa ini adalah suatu seri amat layak baca yang membuat kita berpikir demikian jauh dengan fantasi tingkat tinggi. Rasa fiksi ilmiahnya sedikit banyak mengingatkan kita pada saga legendaris Star Wars, namun dengan konflik yang berbeda. Djokolelono cukup berhasil mengungkapkan keseruan konflik, perang di luar angkasa, kecanggihan teknologi, dan ungkapan-ungkapan tidak biasa yang membuat kita tersenyum hingga tertawa. Kehadiran seri ini diharapkan mampu mendobrak dunia penulisan fiksi ilmiah lokal di tengah serbuan karya-karya terjemahan.
Tidak lupa kami apresiasi tampilan sampul seri ini yang sangat eye catching dan membuatnya semakin cantik untuk dikoleksi. Semoga buku ketujuhnya segera diterbitkan.
 
Penjelajah Antariksa #1 : Bencana Di Planet Poa
Penjelajah Antariksa #2 : Sekoci Penyelamat Antariksa

Penjelajah Antariksa #3 : Kunin Bergolak

Penjelajah Antariksa #4 : Kudeta Putri Gradi

Penjelajah Antariksa #6 : Kapten Raz

Oleh : Greeny Onie
 

Ulasan Buku : The Rose And The Dagger

Judul asli : The Rose And The Dagger (The Wrath And The Dawn#2)
Judul terjemahan : -
Pengarang : Renee Ahdieh
Penerjemah : Mustika
Penerbit : POP (imprint KPG)
Tahun terbit : September 2016
Jumlah halaman : 486
"..karena tidak ada apa pun, tidak matahari, tidak hujan, bahkan tidak pula bintang paling terang di langit gelap, yang mampu menandingi keistimewaan dirimu.."
THE ROSE AND THE DAGGER menceritakan lanjutan kisah Shazi dari buku sebelumnya, THE WRATH AND THE DAWN. Merupakan retelling kisah 1001 Malam yang legendaris, bercerita tentang Raja yang membunuh setiap perempuan yang dinikahinya, hidup satu malam, tewas di saat fajar. Kemudian, seorang gadis muncul, secara sukarela menyerahkan diri untuk dinikahi Sang Raja, Khalid Ibnu Al-Rashid seorang Khalif Khorasan, si gadis - Shahrzad al-Khayzuran (Shazi) justru malah jatuh cinta pada sang Raja. Dan ternyata, malam demi malam, kebenaran pun berhasil dikuak oleh Shazi. Alasan sesungguhnya kenapa Khalid begitu kejam, kutukan tak terperi dari masa lalunya yang membuat seluruh Kerajaan dan rakyat berada dalam bencana. Sihir berperan penting dalam cerita ini.
Shazi terbagi, dendam kematian orang yang dikasihi, cinta lamanya kepada Tariq Al-Ziyad (teman masa kecil), ayahnya, Irsa adiknya, dan segala konflik politik, kekuasaan, dan kepentingan mengantar Shazi pada jurang sempit yang sulit untuk dipilih. Ketika dia terpaksa meninggalkan Khalid, Shazi berdiri dengan sok kuat untuk memenuhi impiannya yang nyaris mustahil, kedamaian tanpa kutukan serta kembali bersama dengan satu-satunya Raja yang diinginkannya.
Cara bertutur di seri ini begitu apik. Bahasanya mampu mengaduk perasaan, kekuatan karakter masing-masing tokohnya, baik dengan kata-kata maupun deskripsi fisik dan emosi yang digambarkan begitu menjanjikan. Sehingga tentu saja seri ini layak dikoleksi, bagi anda penyuka genre romansa dengan tambahan fantasi yang tidak terlalu rumit namun sarat makna.
"..karena inilah kekuatan sejati, kekuatan untuk berbicara tanpa kata, kekuatan untuk mencintai.."

Oleh : Greeny Onie 
 

Ulasan Buku : Unwind Dystology #1 : Unwind (Pemisahan Raga)

Judul asli : Unwind
Judul terjemahan : Pemisahan Raga
Pengarang : Neal Shusterman
Penerjemah : Mery Riansyah
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 
Tahun terbit : Agustus 2013
Cetak ulang dengan cover baru : Mei 2016
Jumlah halaman : 456
Apa itu pemisahan raga? Singkatnya, mereka adalah orang atau oknum yang menjual organ-organ dalam tubuh mereka kepada para pembeli yang membutuhkan hidup.See? Itu sangat umum, bahkan di Indonesia praktek semacam itu banyak diberitakan. Jadi itu kisah nyata.

Nah! Dari ide cerita atau ide penulisan atau apapun itu namanya, penulis membuat sendiri kisah tentang suatu kondisi dunia ketika pemisahan raga itu dilegalkan dan diatur. Tapi para korban adalah para anak-anak di bawah 18 tahun. Ketika ada peraturan, pasti ada pelanggaran. Itulah yang dilakukan Connor, Risa, dan Lev. Mereka berpikir bahwa bertahan hidup itu perlu dan mati memang tidak dengan seperti itu.

Gaya penulisan Neal Shusterman begitu menarik dimana ketiga narasi dari tiga bocah itu dipertemukan dalam satu waktu. Padahal sebelumnya masing-masing dari mereka memiliki narasi yang berbeda. Dan itu mengagumkan! Tiga narasi digabungkan dalam satu waktu. Dan nantinya dijamin pembaca akan paham maksud dari jalan cerita novel ini yang cukup berliku. Secara keseluruhan, novel ini: juara! Kalian harus membacanya! Walaupun bukan merujuk ke novel fantasi biasa, namun gaya ceritanya hampir sama: rencana, petualangan, hal yang baru, dan akhir yang mendebarkan.
Pemisahan Raga merupakan buku pertama dari keempat buku dalam Unwind Dystologi. Saat ini buku keduanya berjudul UNWHOLLY juga telah diterjemahkan oleh Gramedia Pustaka Utama bulan Mei 2016. Tentunya kisah Connor, Risa, dan Lev ini begitu menarik dan sayang untuk dilewatkan. Dan kita pastinya berharap semoga lanjutannya segera beredar di pasaran. Buku pertamanya ini ternyata juga sedang dalam proses penggarapan untuk diangkat ke layar lebar. Wow, tak sabar menantikan yaa..^^

“Seseorang tak punya jiwa sampai dia dicintai. Jika seorang ibu mencintai bayinya, menginginkan bayinya, bayi itu mendapat jiwa sejak ibu mengetahui kehadirannya. Saat kau dicintai, itu saat kau mendapat jiwa.”


Oleh : Abduraafi Andrian

Ulasan Buku : A Monster Calls (Panggilan Sang Monster)

Judul asli : A Monster Calls
Judul terjemahan : Panggilan Sang Monster
Pengarang : Patrick Ness
Ilustrator : Jim Kay
Penerjemah : Nadya Andwiani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 
Tahun terbit : Februari 2016
Jumlah halaman : 216

Suatu malam, Conor O'Malley terbangun karena mendengar seseorang—atau sesuatu—memanggilnya. Bukan ibunya yang tidur di kamar sebelahnya, bukan juga ayahnya yang tidak lagi tinggal seatap dengannya. Lalu siapa? Dia yakin mendengar namanya dipanggil. Tak dinyana, pohon di bukit belakang rumahnya bergerak dan berubah menjadi monster.

Awalnya Conor tidak yakin apa yang terjadi malam itu nyata atau mimpi. Hingga monster berukuran raksasa itu datang setiap jam 12.07 ke belakang rumahnya. Monster itu berkata Conor yang memanggilnya. Conor yang menginginkan monster itu datang untuk membantunya. Tentu saja hal itu membuat Conor bingung, dia sama sekali tidak meminta sesosok monster mendatanginya. Conor bahkan tidak percaya dengan monster.

Monster itu lalu menuturkan beberapa dongeng pada Conor. Tentu saja dongeng yang membuat Conor bingung namun membuatnya berpikir dan merenung. Dongeng seorang pangeran yang membunuh gadis pujaannya. Dongeng seorang tabib dan pendeta yang silang pendapat. Dan dongeng tentang kisah Conor sendiri.

Intinya adalah setiap orang yang berpura-pura akan mendapatkan apa yang tidak diinginkan. Tolong bedakan dengan "tidak akan mendapatkan apa yang diinginkan". Karena orang yang berpura-pura pasti memiliki maksud kenapa dia melakukan hal itu, tapi mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai.

Kisah hidup Conor begitu menyedihkan. Setiap sekolah, dia selalu dijaili. Ibunya memiliki penyakit yang membuat kehilangan seluruh rambutnya. Dan lagi, kedatangan monster yang sepertinya malah membuat hidup Conor semakin menyedihkan. Namun dituturkan dengan indah sekali.

Oh ya, pada sampul buku tercetak "inspired by an idea from Siobhan Dowd". Setelah melihat catatan penulis pada halaman awal, ternyata ide cerita ini tidak orisinil miliknya. Patrick hanya mengembangkan cerita yang karakter, premis, dan awalannya sudah dibuat Siobhan. Buku ini layak dibaca oleh pembaca remaja maupun dewasa, karena nilai-nilai di dalamnya begitu menyentuh dan mampu membuat kita terharu sekaligus merenungi aspek kehilangan dan penerimaan dalam hidup.

"..Jika kau mengutarakan kebenaran, kau akan sanggup menghadapi apapun yang terjadi.."


Ditulis oleh : Abduraafi Andrian 

Selasa, 08 Juli 2014

[ULASAN] The Runaway King (The Ascendance Trilogy #2)



Cover Indonesia

Pengarang : Jennifer A. Nielsen
Judul : The Runaway King (Raja yang Minggat)
Seri : The Ascendance Trilogy (Takhta)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Edisi : Soft Cover
ISBN : 6020304841
ISBN-13 : 9786020304847
Tanggal terbit : 9 Juni 2014
Bahasa : Indonesia

Sinopsis Buku:
Lanjutan The False Prince (Pangeran Palsu)

Kerajaan yang nyaris hancur. Raja yang hilang. Siapa yang akan bertahan?

Beberapa minggu setelah Jaron naik takhta, ada yang berusaha membunuhnya. Desas-desus bahwa sebentar lagi pecah perang pun merebak di balik dinding-dinding istana, dan Jaron merasa suasana di Carthya makin lama makin tegang. Dalam waktu singkat, ia sadar bahwa kepergiannya dari Carthya mungkin merupakan satu-satunya cara untuk menyelamatkan kerajaan itu.

Namun, Jaron kemudian bertanya-tanya apakah tindakannya tidak terlalu jauh. Akankah ia bisa pulang lagi? Atau apakah ia harus mengorbankan nyawa demi menyelamatkan kerajaannya?

***

"Petualangan seru dengan drama mencekam."- KIRKUS

Greets!!!


JANGAN DITEKAN APABILA ANDA BELUM MEMBACA BUKU INI!!!

Jennifer A. Nielsen masih mempertahankan gaya berceritanya yang cepat. Meskipun itu berarti dia harus mengorbankan detil pada tulisannya. Tidak adanya perkembangan dalam penggambaran dunia yang berarti dalam buku ini menjadi poin minus untuk buku ini, meskipun hal itu tidak menjadikan buku ini membosankan untuk diikuti dikarenakan banyak aspek lain yang lebih menonjol untuk menutupi kekurangan itu.

Nilai tambah untuk buku ini adalah konflik yang terjadi diantara Jaron dengan Roden, Carthya dengan pihak lain dan dengan cara penyampaian yang lugas dan tidak bertele-tele. Buku ini membuat kita tidak sabar untuk menyelesaikan halaman demi halaman yang ada. Tapi meskipun begitu, konflik bukanlah satu-satunya hal yang membuat buku ini menarik. Perkembangan hubungan antara satu karakter dengan yang lain pun cukup menarik untuk diikuti entah itu roman antara Jaron dan Imogen, persahabatan antara Jaron, Tobias dan Roden atau hubungan seperti layaknya orang tua dan anak antara Jaron dan Mott atau dan bahkan Harlowe (karakter baru dalam buku ini). Semuanya dikemas dengan caranya sendiri hingga bisa membuat buku ini menjadi lebih berwarna.

Penambahan karakter baru yang menjadi udara segar yang saya yakin membawa nuansa baru pada buku ini menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi kisah roman yang berjalan seiring waktu antara dua karakter yang ada atau lebih (if you know what i mean), meskipun terkesan bagai roman murahan tetap menunjukkan daya tarik tersendiri (meskipun saya pribadi lebih tertarik dengan konflik dan perjuangannya).

Konflik yang terjadi sebenarnya sederhana, tentang pengkhianatan dan peperangan akan tetapi jalan cerita dan penulisannya yang bisa saya rasakan emosi penulis yang dituangkan dalam buku ini membuat buku ini layak untuk diikuti. Apalagi akhir buku ini ditutup oleh penulis dengan cerita yang menguras emosi dan perasaan dan membelokkan hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya (meskipun jika saya sudah menduganya, tetap saja penulis akan berhasil mempermainkan emosi saya).

Terlepas dari permasalahan typo yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah buku terjemahan (jujur saja masih jarang buku yang benar-benar bebas typo diantara buku-buku yang sudah saya baca), permulaan buku ini terasa membosankan meskipun diawali dengan aksi berkelahi antara Jason dan Roden. Akan tetapi setelah menyelesaikan setengah buku bagian pertama, buku ini terasa sayang untuk dilepaskan sehingga membuat saya harus segera menyelesaikannya.

Mengenai Cover buku ini, jujur saya agak kecewa karena terkesan lepas dari buku sebelumnya yang kemudian menjadikan saya penasaran kenapa pihak penerbit tidak membuat cover yang sejenis dengan buku pertamanya. Toh, sama-sama buatan sendiri.

Tapi...tetap satu pesan saya. Read by yourself then judge it by yourself.

The Runaway King @wikipedia
The Runaway King @Author's Official Website
The Runaway King @goodreads





The Ascendance Trilogy