Tampilkan postingan dengan label booklicious. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label booklicious. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 September 2021

[Booklicious] Amerika Selatan, Daratan Magical Realism

Halo, Penefiers! Masih ingatkah, kita berkenalan dengan Prisca Primasari di Author of the Month Agustus? Kak Prisca sekarang sedang mendalami genre magical realism. Genre yang unik ini paling awal berasal dari Amerika Selatan, lho! Daratan ini telah melahirkan banyak penulis besar yang menghasilkan karya hebat bukan hanya dalam genre magic realism. Dalam Booklicious kali ini, Penfi mau rekomendasikan buku-buku keren untuk berbagai usia.




ONE HUNDRED YEARS OF SOLITUDE

oleh Gabriel Garcia Márquez

Ketika membahas karya dari penulis Amerika Selatan (Amerika Latin) atau bergenre magical reaslim, buku ini selalu ada di rekomendasi teratas. Pertama kali terbit pada 1967, buku ini menjadi salah satu karya tersohor Gabriel Garcia Márquez, seorang penulis asal Kolombia. Buku ini memenangkan berbagai penghargaan dan pujian sebagai sastra dunia yang berpengaruh. Gabriel Garcia Márquez sendiri penah mendapat hadiah Nobel bidang sastra pada tahun 1982.

One Hundred Years of Solitude menceritakan kisah tujuh generasi keluarga Buendia di sebuah kota bernama Macondo. Memang banyak tokoh dan jalan ceritanya rumit, tapi banyak nilai-nilai atau filosofi kehidupan yang bersemayam dalam karya hebat ini. Wow!


WOVEN IN MOONLIGHT

oleh Isabel Ibañez

 


Woven in Moonlight adalah buku karya Isabel Ibañez yang terinspirasi dari perpolitikan dan budaya Bolivia, Amerika Selatan. Ceritanya tentang Atoc, yang memakai sihir untuk merebut takhta La Ciudad dari keluarga Illustrian dan seorang pengganti Condesa bernama Ximena harus memainkan perannya dengan baik untuk melindungi darah kerajaan sedangkan Condesa yang asli sedang bersembunyi karena pergolakan politik tersebut. Nah, bagaimanakah Ximena mampu bertahan di situasi ganas ini? Apakah takhta yang hilang bisa direbut kembali?  

Buku ini punya buku pendamping berjudul Written in Starlight. Buku ini bercerita tentang Condesa Catalina kehilangan takhta Inkasisa dan dibuang ke Hutan Yanu. Bagaimanakah Catalina bertahan hidup tanpa kerajaan dan kepercayaan rakyatnya?


Kedua buku ini seperti angin segar bagi fantasi remaja muda karena mengangkat budaya Bolivia yang jarang kita tahu. Kira-kira, apakah buku ini akan diterbitkan di Indonesia?

 

 

THE STORY OF A SEAGULL AND THE CAT WHO TAUGHT HER TO FLY

oleh Luis Sepúlveda


Sesuai judul bukunya, buku ini adalah kisah tentang seekor camar dan kucing yang mengajarinya terbang. Memang terdengar seperti kisah anak-anak, tapi di dalamnya banyak nilai yang dapat dipetik oleh orang dewasa juga. Buku ini adalah tentang persahabatan, kesetiaan untuk menepati janji, dan renungan atas perbuatan manusia terhadap lingkungan.

Zorbas, seekor kucing yang asyik berjemur di balkon rumah, tiba-tiba mendapati seekor camar yang terjatuh akibat sayapnya penuh minyak lengket tumpahan kapal tanker. Sebelum meninggal, camar itu bertelur dan meminta Zorbas berjanji untuk merawat dan mengajari anaknya terbang setelah menetas. Zorbas yang pantang melanggar janji pun memulai petualangan hebat bersama kawan-kawannya dalam misi yang mustahil ini.

Penulis buku ini, Luis Sepúlveda juga menjadi Author of the Month September, lho! Jadi, jangan kunjungi juga ya...


Nah, apakah Penefiers tertarik pada rekomendasi kali ini? Apakah ada fantasi Amerika Latin yang kalian ketahui? Jangan lupa berbagi di komentar ya! Sampai ketemu lagi di Booklicious bulan depan!


Rabu, 25 Agustus 2021

[Booklicious] Novel Fantasi dengan Mitologi Yunani

Apakah Penefiers salah seorang pengikut setia ajang olahraga Olympic? Tahukah kamu, Olympic pertama kali diselenggarakan di Olympia pada masa Yunani Kuno? Olympic modern baru diselenggarakan pada tahun 1894, dimulai dari Athena, Yunani. Pasti dong Penefiers tahu sedikit tentang mitologi Yunani seperti nama dewa-dewinya yang terkenal itu. Hingga saat ini, telah banyak penulis yang mengangkat mitologi Yunani dalam novel fantasi mereka. Salah satu yang terkenal tentu saja seri Percy Jackson karya Rick Riordan. Nah, kali ini Penfi mau kenalin beberapa novel fantasi selain Percy Jackson yang juga mengandung unsur mitologi Yunani di dalamnya.



HEAVENLY

oleh Prisca Primasari

Heavenly karya Prisca Primasari diterbitkan Penerbit Inari di Agustus 2021 ini, lho.

Ceritanya tentang Lilja Persephassa, seorang ratu  yang siap berkorban nyawanya demi perdamaian. Kemudian, ada sosok dewa alam kematian yang angkuh dan arogan muncul dalam hidupnya. Wah, kira-kira Penefiers bisa tebak siapa sosok dewa alam kematian ini? Bagi penggemar mitologi Yunani, terutama yang ada bumbu romansa, tentu novel karya Prisca ini tidak boleh ketinggalan.


Bulan ini, Penfi berkesempatan mewawancarai Prisca Primasari. Bagi Penefiers yang penasaran dengan penulis penggemar novel fantasi ini, jangan lupa untuk cek Author of the Month Agustus, ya!

 

CIRCE

oleh Madeline Miller



Circe pertama kali terbit pada 2018. Nah, cerita ini bukan berlatar di zaman modern, tetapi di Yunani Kuno, lho!

Circe anak perempuan yang aneh, dia tidak kuat seperti dewa Helios ayahnya, juga tidak memikat seperti ibunya. Circe tidak menemukan teman sehingga ke dunia manusia dan mengembangkan ilmu sihir. Zeus yang merasa terancam segera bertindak dengan mengasingkannya ke pulau terpencil. Dalam pengasingan itu, Circe malah bertemu banyak tokoh yang selama ini hanya dia dengar melalui cerita kepahlawanan. Namun, suatu kali tanpa sengaja Circe membangkitkan murka manusia dan dewa-dewi, sehingga harus menghadapi kekuatan hebat dewa Olympus. Circe harus memilih antara berpihak kepada dewa-dewi yang melahirkannya atau kepada manusia yang telanjur disayanginya.




Gramedia Pustaka Utama telah menerbitkan novel ini pada April 2019. Cerita dalam Circe langsung tamat, jadi Penefiers tidak perlu takut menunggu sekuel. Bila Penefiers ingin cerita yang lebih banyak atau berseri, mungkin bisa mempertimbangkan rekomendasi berikut ini.


THE GODDESS GIRLS

oleh Joan Holub & Suzanne Williams

 


Barangkali ini adalah seri berlatar mitologi Yunani terbanyak yang Penfi tahu. Saat ini sudah ada 26 buku yang diterbitkan dan belum menutup kemungkinan ada buku baru yang menyusul. Wow!

The Goddess Girls adalah seri anak yang ditulis sejak 2010 oleh Joan Holub dan Suzanne Williams. Ceritanya seputar latihan gadis-gadis generasi muda Olympus di Mount Olympus Academy (MOA). Zeus menjadi kepala sekolah di akademi itu. Dewa-dewa lain juga hadir meramaikan seri ini. Secara garis besar, tiap buku akan punya fokus pada nama satu gadis, tapi ada empat gadis yang menjadi tokoh paling utama, yaitu Athena, Persephone, Aphrodite, dan Artemis.

Judul buku dalam seri ini yaitu:

1.    Athena the Brain

2.    Persephone the Phony

3.    Aphrodite the Beauty

4.    Artemis the Brave

5.    Athena the Wise

6.    Aphrodite the Diva

7.    Artemis the Loyal

8.    Medusa the Mean

9.    Pandora the Curious

10. Pheme the Gossip

11. Persephone the Daring

12. Cassandra the Lucky

13. Athena the Proud

14. Iris the Colorful

15. Aphrodite the Fair

16. Medusa the Rich

17. Amphitrite the Bubbly

18. Hestia the Invisible

19. Echo the Copycat

20. Calliope the Muse

21. Pallas the Pal

22. Nyx the Mysterious

23. Medea the Enchantress

24. Eos the Lighthearted

25. Clotho the Fate

26. Persephone the Grateful

27. Special: The Girls Games

 

Penerbit Atria sempat menerbitkan seri ini, namun hanya sampai buku ketiga.

 






Kira-kira cukupkah rekomendasi Penfi kali ini? Sepertinya yang terakhir saja sudah bikin Penefiers pusing saking banyaknya. Tapi masih banyak kok novel fantasi berlatar mitologi Yunani. Kalau Penefiers punya rekomendasi, jangan lupa tinggalkan di komentar ya! Sampai jumpa lagi di Booklicious bulan depan!






Rabu, 28 Juli 2021

[Booklicious] #JelajahBuku: Senarai Fantasi di Lembah Asia


Halo, Penefiers! Kembali lagi di Jelajah Buku bersama PNFI. Juli ini, kita akan menjelajah benua Asia. Kira-kira kita akan menemukan novel fantasi seru apa, ya? Yuk, simak rekomendasi Penfi kali ini!


THE PALACE OF ILLUSIONS

oleh Chitra Banerjee Divakaruni

 

Novel ini pernah terbit di Indonesia pada tahun 2009 oleh Gramedia Pustaka Utama. Wah, sudah lama ya! Penefiers sudah pernah baca buku inikah? Istana Khayalan adalah kisah Mahabharata dari sisi Drupadi yang diceritakan ulang oleh Chitra Banerjee Divakaruni, seorang penulis India-Amerika.

 


Kita akan mendapatkan kisah mulai dari kelahiran sang Putri dari dalam api, perkawinannya yang legendaris dengan para Pandawa, pengasingan di dalam hutan dan kehilangan kerajaan akibat kesalahan Yudistira, dan penghinaan Duryodana yang klimaksnya adalah perang antara Pandawa dan Korawa. Istana Khayalan merupakan jalinan kisah yang diinterpretasikan dari sudut perempuan di dunia yang didominasi oleh peperangan, dewa-dewa, dan tangan-tangan nasib yang senantiasa mempermainkan.

 


 

THE SINGING HILLS CYCLE

oleh Nghi Vo

 




Penefiers mungkin masih asing dengan nama penulis ini. Nghi Vo mulai dikenal melalui novela berjudul The Empress of Salt and Fortune yang terbit pada 2020. Walau hanya novela, tapi buku ini dilanjutkan sekuel yang menjadikannya sebuah seri berjumlah lima buku. Buku keduanya berjudul When the Tiger Came Down the Mountain terbit pada 2021.

Seorang putri bangsawan dari Utara dikirim ke Selatan untuk pernikahan politik. Dia harus mengorbankan diri untuk kebahagiaan bangsanya. Setelah menikah dengan musuh, putri yang kesepian itu berteman dengan seorang budak yang dijual ayahnya ke istana.

Seri ini pernah masuk final Hugo Award, Locus Award, dan Ignyte Award. Bahkan meraih Crawfors Award pada tahun 2020. Nah, buku ini untuk sekarang belum ada terjemahan Indonesia.

 

KERSIK LUAI

oleh LM Cendana

 

Pastinya penulis Indonesia juga tidak boleh ketinggalan dong! Buku yang mau Penfi rekomendasikan ini sudah terbit pada tahun 2017 oleh penerbit Histeria. Bisa dibilang, ini adalah salah satu novel distopia Indonesia yang mendapat ulasan paling bagus dari teman-teman pembaca. Pemilihan judulnya pun unik, menggunakan Kersik Luai, yang dalam bahasa lokal Kalimantan Timur berarti Pasir yang Sunyi (Damai). Kersik Luai pun menjadi nama spesies anggrek hitam yang hanya tumbuh di daerah tertentu di Kalimantan Timur. Wow!

 


 

Ceritanya, beberapa dekade selanjutnya, Tanah Air memasuki era distopia yang telah dikuasai golongan oligarkis. Seorang manusia buatan, Btari, yang dinyatakan sebagai kloningan gagal hendak dibuang menuju pelosok negeri untuk dijadikan budak. Di tengah perjalanan, helikopter yang ditumpanginya ditembak jatuh di Laut Jawa. Di pesisir pantai, ia ditemukan seorang revolusioner, Nagara, yang mengajarkannya banyak hal. Kemanusiaan, nasionalisme, dan cinta.

Penefiers jadi tertarik tak, nih, untuk baca Kersik Luai? Pada Author of the Month kali ini pun Penfi berkesempatan mewawancarai penulisnya, LM Cendana. Jangan lupa untuk intip sedikit profil penulis muda yang satu ini, ya.


Nah, semua buku dari penulis Asia di atas adalah rekomendasi Penfi kali ini! Tentu saja masih banyak buku dari penulis maupun bertema Asia yang belum Penfi gali lebih jauh. Semoga Penfi punya kesempatan untuk meracuni kalian dengan buku-buku bertema Asia lagi, ya! Sampai jumpa!


Rabu, 30 Juni 2021

[Booklicious] Mitologi dari Amerika Utara



Masih dalam rangkaian Jelajah Buku bersama PNFI. Selama ini kita sudah menjelajahi benua Eropa dan Afrika. Kali ini, kita mencapai Amerika bagian Utara. Ketika berbicara Amerika Utara, sebagian pasti bertanya-tanya lokasinya di mana. Nah, kalau begitu tolong buka peta Penefiers! Hehehe….

Amerika Utara juga tidak kalah seru dari benua lain. Bagi yang tahu, akan terlintas peradaban dan mitologi Mesoamerika, seperti Inca, Maya, dan lainnya. Kebetulan Penfi mau rekomendasikan buku yang berlatar mitologi di atas. Yuk, langsung cek saja!


THE STORM RUNNER TRILOGY

oleh J. C. Cervantes

Trilogi ini merupakan bagian dari Rick Riordan Presents yang diterbitkan pada 2018 silam. Kemudian diikuti oleh sekuel berjudul The Fire Keeper pada tahun 2019 dan The Shadow Crosser pada tahun 2020.




Zane Obispo selalu suka menjelajahi gunung yang sedang tidak aktif di dekat rumahnya di Nex Mexico. Walau mendaki gunung sangat sulit ditambah kondisinya yang pincang, dia justru lebih memilih tantangan ini dibandingkan ke sekolah dan mendapat ejekan dari teman-teman. Suatu hari, seorang gadis baru bernama Brooks memberitahukan bahwa dia ditakdirkan untuk melepaskan dewa jahat dari artefak Maya yang mengurungnya. Sejak saat itu, hidup Zane tidak lagi sama. Bersama Brooks dan Rosie, anjing kesayangannya, mereka akan mengejutkan kita dengan petualangan menyelamatkan dunianya.

Cerita berlatar mitologi Maya ini mendapat sambutan yang baik dari pembaca lho! Sebentar lagi Penefiers juga bica mencicipi versi Indonesia yang akan diterbitkan oleh Mizan Fantasi. Selain menulis cerita belatar mitologi Maya, J. C. Cervantes juga menulis buku lain yang tidak kalah seru, berjudul Throne of Sand, mengusung mitologi Aztec. Tokoh utamanya adalah Ren Santiago yang muncul di The Fire Keeper. Wah, menarik, nih!


RACE TO THE SUN

oleh Rebecca Roanhorse


Satu lagi dari Rick Riordan Presents, berjudul Race to the Sun. Ini nih yang Penfi suka dari Rick Riordan Presents. Kita akan diperkenalkan pada mitologi yang jarang kita tahu. Seperti Race of the Sun ini, kita akan mengenal mitologi. Navajo adalah kelompok suku asli Amerika yang ada di sebelah Barat Daya Amerika Serikat. Novel ini terbit pada Januari 2020 dan langsung tamat, tapi siapa tahu suatu saat akan muncul sekuel. Hehehe....

Nizhoni Begay menyebut dirinya mampu mendeteksi monster. Suatu hari, dia mencurigai atasan ayahnya adalah monster. Ketika ayahnya menghilang, dia semakin yakin sedang berhadapan dengan sosok yang mengerikan. Bersama adiknya, Mac, dan teman baiknya, Davery mereka akan memulai misi penyelamatan yang mendebarkan.

Kira-kira Penefiers mau buku ini diterjemahkan tak, ya?



MATTEO ALACRAN SERIES

oleh Nancy Farmer

Bagi yang sudah lama jadi bucin fantasi dan fiksi ilmiah, mungkin pernah tahu buku ini. Buku pertamanya adalah The House of the Scorpion yang terbit pada 2002 dan diikuti sekuel The Lord of Opium pada 2013. Wow jauh banget!


Seri ini mengambil latar Opium, sebuah tempat yang memisahkan Aztlán (sebelumnya Meksiko) dengan Amerika Serikat. Matteo Alacrán atau Matt muda adalah kloning raja narkoba yang punya nama sama, namun biasa dipanggil “El Patrón”. Novel distopia ini memang cocok untuk dibaca oleh remaja sampai dewasa muda karena mengusung tema pencarian jati diri. Novel ini pernah memenangkan National Book Award for Young People’s Literature pada 2002 dan penghargaan bergengsi lainnya.


Author of the Month bulan ini, Penfi juga mau kenalin kalian pada penulis Nancy Farmer dan buku-bukunya yang seru banget, jadi jangan lupa dicek, ya!


Sampai jumpa lagi!


Selasa, 01 Juni 2021

[Booklicious] Buku Berlatar Afrika Rekomendasi PNFI

 

Bulan-bulan sebelumnya PNFI sudah merekomendasikan buku-buku berkaitan dengan Asia, dan Eropa. Kali ini Penfi akan merekomendasikan buku dengan latar Afrika. Buku-buku dengan latar Afrika mungkin tergolong sedikit di Indonesia, yang paling dan dikenal saat ini adalah seri Orisha karya Tomi Adeyemi. Seri ini sudah PNFI bahas di Booklicious tahun lalu, lho! Selain itu masih ada kok buku lain yang akan menambah wawasan kita tentang Afrika. Apa saja itu?


THE KANE CHRONICLES

oleh Rick Riordan

Tidak bosan-bosannya Penfi rekomendasikan seri ini. Walau bukan karya oleh penulis Afrika, tapi percaya deh Rick Riordan punya bekal yang cukup untuk menghidupkan mitologi Mesir dalam seri ini.




Seri ini diceritakan dari sudut pandang dua bersaudara, Carter dan Sadie Kane. Suatu malam, ayah mereka pergi museum tentang Mesir Kuno. Karena penasaran, mereka pun mengikuti sang ayah. Ternyata, ayah mereka sedang melakukan sebuah ritual. Ritual tersebut telah membangkitkan llima dewa. Ayah mereka ditangkap dan dikurung oleh salah satu dewa yang bangkit kembali. Carter dan Sadie harus menyelamatkan ayah mereka dan berurusan dengan para dewa.

Buku ini sudah diterbitkan oleh penerbit Mizan pada 2011. Pada tahun 2020 lalu, Kane Chronicles terbit ulang dengan kover baru yang lebih menggoda, lho!


DEATHLESS TRILOGY

oleh Namina Forna

Apakah Penefiers sudah membaca seri ini? Buku pertamanya, The Gilded Ones baru diterbitkan pada awal tahun 2021 dan belum ada penerbit Indonesia yang menerbitkannya nih!

Buku ini bercerita tentang Deka yang harus mengikuti sebuah ritual ketika menginjak usia enam belas tahun. Ritual darah ini akan menentukan apakah dia layak menjadi bagian dari desanya. Deka hanya berdoa darahnya akan merah ketika ritual. Namun, ternyata doanya tidak terkabulkan. Darahnya berwarna emas dan dia harus takdir yang lebih mengerikan daripada kematian. Wah, bagaimana nasib Deka?

Buku ini mengeksplorasi Afrika Barat yang tentunya akan menambah wawasan pembaca terkait budaya dan alam di sana. Buku ini cukup populer walau baru diterbitkan. Sampai-sampai hak adaptasi filmnya sudah dibeli. Mari kita tunggu saja kehadiran filmnya dan semoga sekuelnya bisa segera terbit juga.


THE FAMISHED ROAD TRILOGY

oleh Ben Okri

Pecinta sastra mungkin tahu siapa Ben Okri. Dia adalah penulis asal Nigeria yang memenangkan Booker Prize for Fiction pada tahun 1991 melalui novelnya yang berjudul The Famished Road. The Famished Road memiliki sekuel yang berjudul Songs of Enchantment yang terbit pada 1993 dan Infinite Riches yang terbit pada 1998.



 


The Famished Road mengeksplorasi dunia nyata dengan dunia roh, memunculkan sebuah cerita yang membuat kita terperangkap antara kenyataan dan fantasi. Tidak heran, kritikus sastra menyebutnya termasuk genre magical realism. Buku ini diceritakan dari sudut pandang Azaro, seorang abiku atau anak roh. Dalam novel ini juga sempat muncul Tokoloshe, sesosok makhluk mengerikan dalam mitos Afrika.

Pada tahun 2007, buku pertama telah diterjemahkan oleh penerbit Serambi. Namun sayangnya, kedua sekuel tidak pernah diterbitkan lagi di sini.


Oh, ya, Penfi akan membahas lebih jauh tentang penulisnya, Ben Okri di Author of the Month bulan ini. Jangan ketinggalan, ya! 


Apakah Penefiers ada rekomendasi buku berlatar Afrika atau bahkan dari penulis Afrika? Jangan sungkan untuk berbagi di komentar ya! Kita akan jumpa lagi bulan depan.


Sabtu, 20 Maret 2021

[Booklicious] Karakter Fiksi Kutu Buku Menurut Penfi!

Sudah berapa lama kalian menjadi kutu buku? Tidak hanya ditemukan di dunia nyata, dalam fiksi pun tidak jarang kita menemukan karekter kutu buku lho! Kali ini Penfi mau rekomenda-sikan buku dengan karakter kutu buku untuk kalian. Mari kita lihat satu per satu!

 


MATILDA

oleh Roald Dahl

Siapa yang belum tahu Roald Dahl? Bagi penggemar fantasi terutama bacaan anak-anak, nama ini tidak asing. Matilda adalah salah satu buku paling terkenal dan terlaris dari Roald Dahl. Versi Indonesia sendiri sudah ada terjemahan dari Gramedia Pustaka Utama (1991, 2002) dan Noura Books (2018). 

Tahun 1990, cerita Matilda ini diangkat ke drama musikal di Redgrave Theatre oleh Rony Robinson, Ken Howard, dan Alan Blaikley. Kemudian pada tahun 2011, Cambridge Theatre juga ada drama musikal Matilda yang dibuat Dennis Kelly dan Tim Minchin.

Pada tahun 1996, Matilda juga dijadikan film layar lebar lho, Penefiers! Pada 2018, Netflix juga mengumumkan akan mengadaptasi Matilda beserta karya Roald Dahl lain seperti The BFG, The Twits, dan Charlie and the Chocolate Factory.


Matilda Wormwood adalah anak mandiri, gemar membaca, dan sangat cerdas. Walau masih belia, dia dapat menghabiskan berjam-jam di perpusatakaan hanya membaca karya-karya klasik. Wow!

Petualangan Matilda yang sesungguhnya dimulai ketika sekolah. Belum apa-apa sudah dapat musuh bebuyutan, Miss Trunchbull si kepala sekolah. Waduh kok bisa? Dan di sekolah inilah Matilda pertama kali mengetahui kekuatan supernaturalnya. Dengan kekuatan itu, dia harus menyelamatkan sekolah dan guru kesayangannya. Kira-kira apa kekuatan Matilda itu?


JONATHAN STRANGE AND MR. NORRELL

oleh Susanna Clarke

Mungkin ada Penefiers yang belum tahu buku ini, tapi malah tahu seri televisinya. Yup, buku ini sudah dijadikan seri 7 episode di BBC One pada 2015. Filmnya diakui British Film Institute sebagai salah satu seri televisi paling penting di tahun 2015.

Novel ini pertama kali terbit pada 2004. Berlatar Inggris Raya pada abad ke-19 namun dengan sejarah alternatif sendiri. Dahulu, sihir memang ada, tapi pada masa itu sihir telah menjadi sebuah teori pembelajaran tanpa praktek. Sampai kemudian muncul Mr. Norrell, seorang praktisi sihir. Dengan bantuan Mr. Segundus, dia ingin membangkitkan sihir pratis di samping sihir teoritis. Bagaimana dengan Jonathan Strange? Jonathan juga bisa menyihir. Dia berguru pada Mr. Norrell, namun Mr. Norrell terlalu takut untuk mengajari lebih banyak padanya karena takut murid itu menjadi lebih hebat dari guru. Dia akhirnya memindahkan sebagian koleksi bukunya ke perpustakaan lama miliknya. Yup, dia adalah kutu buku dengan koleksi yang sangat banyak sampai punya perpustakaan sendiri.


Penfi jadi takut, nih, mau bahas terlalu jauh, takut spoiler. Penefiers lebih baik baca sendiri saja, deh. Terutama bagi kalian yang suka bumbu-bumbu sejarah dalam novel fantasi. Novel ini sudah diterjemahkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2009 dan dibagi ke dalam tiga jilid karena saking tebalnya buku ini.


ALL SOULS SERIES

oleh Deborah Harkness

Buku ini juga telah diadaptasi ke seri televisi di tahun 2018. Sama seperti Jonathan Strange and Mr. Norrell, seri ini ada bumbu sejarahnya. Ini adalah novel debut karya Deborah Harkness yang memadukan genre paranormal romance dengan historical fantasy. 

Diana Bishop, seorang profesor di Universitas Yale yang juga seorang penyihir selalu menyangkal status penyihirnya setelah kematian kedua orangtuanya. Dia berusaha tidak mempraktikkan sihir untuk menghindari interaksi dengan penyihir lain. Dalam suatu kesempatan, dia menemukan sebuah manuskrip kuno yang juga lama dicari oleh pihak lain. Manuskrip apa itu? Dengan bantuan vampire bernama Matthew Clairmont, dia harus menemukan potensi sihir dalam darahnya dan melindungi semua orang yang disayangi.

Awalnya buku ini hanya trilogi, tapi kemudian ada buku ke-4 juga, lho! Apakah seri ini sudah diterbitkan di Indonesia? Saat ini belum. Tapi siapa tahu dengan antusiasme Penefiers, buku ini punya kesempatan bertemu dengan pembaca Indonesia?





Sekian rekomendasi Penfi kali ini. Selain jadi kutu buku di kamar, jangan lupa kalau di dunia luar masih banyak tempat indah yang patut dikunjungi seperti rekomendasi Penfi di Bibliostation Maret. Sampai jumpa bulan depan!