Sabtu, 25 Juli 2020

[Booklicious] Fantasi untuk Anak Indonesia

Halo, Penefiers!


Setelah vakum sekian lama, akhirnya Penfi kembali lagi dengan Author of the Month dan Booklicious baru, nih! Berhubung bulan ini ada Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, maka kali ini Penfi mau rekomendasikan novel fantasi untuk anak-anak. Penefiers yang masih bingung mau kasih bacaan apa ke anak, adik, murid, atau teman, coba deh cek Booklicious kali ini. Buku-buku ini pun karya penulis Indonesia, jadi dijamin penuh kearifan lokal. Ini dia, tiga buku rekomendasi Penfi untuk anak-anak Indonesia!

NIBIRU: MASA KEHANCURAN

oleh Tasaro GK

Nibiru pertama kali diterbitkan dengan judul Nibiru dan Kesatria Atlantis oleh Penerbit Tiga Serangkai pada tahun 2010. Kemudian pada Februari 2019 lalu, Penerbit Bhuana Ilmu Populer (Bhuana Sastra) mencetak ulang Nibiru karya Tasaro GK dengan kover baru dan berjudul Nibiru: Masa Kehancuran. Dalam edisi baru ini ada sedikit penyuntingan dan tambahan ilustrasi karakter-karakter tokoh. Ketika menulis seri ini, Tasaro GK juga melakukan riset dan memasukkan unsur sejarah dalam bukunya. Pokoknya punya ciri khas fantasi Indonesia banget, lah!

Nibiru sendiri berlatar di sebuah negeri bernama Kedhalu, pada era Plugos di akhir tahun 26.954 kalender Raja-raja. Di negeri itu, anak-anak dilatih di sekolah khusus dan punya tradisi mendatangkan kekuatan super. Kemudian ada ramalan bahwa setiap 5013 tahun, Nibiru alias Sang Pembawa Kehancuran akan datang ke Kedhalu. Sekelompok anak pun berupaya mematahkan ramalan tentang kehancuran Kedhalu tersebut. Upaya mereka akan membawa petualangan seru dan tak terduga.

Wah, sepertinya seru banget, ya! Dengar-dengar Nibiru dikonsepkan menjadi pentalogi. Bahkan buku keduanya sudah siap ditulis, loh!. Semoga buku lainnya tidak menggantung terlalu lama. Sembari menunggu buku lain, ayo Penfi baca dulu buku pembuka ke negeri Kedhalu ini!


ANAK REMBULAN: GEROMBOLAN SEMUT HITAM

oleh Djokolelono

Bagi Penfi yang sudah gemar membaca sejak tahun 1970-an pasti tau penulis ini. Penulis yang kerap disapa Eyang Djoko ini telah menulis dan menerjemahkan puluhan karya berkualitas. Novel fantasinya pada saat itu termasuk angin segar bagi literatur Indonesia. Beberapa tahun terakhir beliau kembali aktif dalam menulis dan menerjemahkan buku. Salah satu karya comeback-nya adalah Anak Rembulan.

Anak Rembulan pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Mizan (Mizan Fantasi) pada Agustus 2011 silam. Kalau melihat kovernya yang bernuansa biru dengan bocah bertatapan tajam dan subjudul “Negeri Misteri di Balik Pohon Kenari”, Penfi pasti berpikir ini semacam novel tentang dunia gaib, penuh misteri, dan menakutkan. Menurut Penfi memang tidak salah sih, tapi tidak sesuram yang dibayangkan kok. Hal yang pasti, ceritanya penuh petualangan, ada unsur time travel, ada sedikit legenda lokal, dan dibumbui humor khas Eyang Djoko. Pokoknya harus baca sendiri deh baru tau sensasinya!

Ceritanya tentang Nono yang berusia 10 tahun berlibur sendirian ke rumah Mbah-nya di Wlingi. Suatu hari, Nono diminta mengambil tahu goreng ke Njari. Dalam perjalanan, Nono beristirahat sejenak dan merendam kakinya di Kali Njari, sedangkan sepeda pinjamannya disandarkan pada sebatang pohon kenari besar. Betapa terkejutnya Nono ketika sepeda itu hilang dan seorang anak tiba-tiba muncul untuk mengajaknya bersembunyi. Lebih mengejutkan lagi, ternyata Nono sudah terbawa ke masa lalu, ke dunia di balik pohon kenari.

Nah, bagaimana cara Nono bisa lolos dari dunia itu? Penefiers harus baca sendiri untuk mencari tau. Mumpung buku ini baru dicetak ulang pada April 2020 lalu, jadi tidak sulit untuk ditemukan. Cetakan baru ini diberi subjudul lain, yaitu “Gerombolan Semut Hitam” dan kovernya juga diganti dengan yang lebih ciamik. Aduh, Penfi pun tergiur pengin koleksi kover baru ini!



DRU DAN KISAH LIMA KERAJAAN

oleh Clara Ng

Buku terakhir yang Penfi rekomendasikan adalah Dru dan Kisah Lima Kerajaan yang diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama pada April 2016 silam. Buku ini sedikit berbeda dengan dua buku sebelumnya. Buku ini lebih tipis, karena target pembacanya lebih muda. Selain itu, buku ini dijilid hardcover dan dilengkapi ilustrasi penuh warna. Alhasil, buku ini sangat cocok dikoleksi dan dibaca oleh anak yang sedang meningkatkan level bacaannya.

Buku ini bercerita tentang Dru dari desa Patala yang dihukum tidak boleh ke mana-mana oleh ibunya karena terlibat perkelahian dengan bocah lain. Dru yang cemberut di kamarnya sedang melihat ke arah laut ketika selendang kesukaannya diterbangkan angin dan jatuh ke tengah laut. Tiba-tiba cahaya dan buih di depan mata Dru berubah menjadi banyak kupu-kupu dan seekor kupu-kupu raksasa menjadi tumpangan Dru menuju dunia yang penuh keanehan. Kisah Dru dalam mencari selendangnya pun dimulai. Dari petualangan tak terduga ini, banyak nilai yang dapat dipetik oleh Dru seperti yang akan Penefiers baca nanti.

Clara Ng menjalin cerita imajinatif ini dalam dekapan budaya Indonesia yang hangat. Bahkan ilustrasi dari Renata Owen pun mengambil gagasan motif batik Indonesia yang indah. Pesona lainnya adalah pesan-pesan moral yang tersirat dan harus digali oleh anak secara mandiri. Omong-omong, Clara Ng menjadi Author of the Month di Juli ini, loh! Bagi yang pengin tau lebih banyak tentang penulis ini, jangan lupa untuk baca, ya!



Gimana, suka dengan rekomendasi Penfi kali ini? Sebenarnya masih banyak novel anak berkualitas yang patut dibaca anak-anak. Lain kali akan Penfi rangkum lagi bila ada kesempatan. Sekian Booklicious kali ini. Bulan depan, Penfi akan rekomendasikan buku yang tidak kalah keren juga!



Rabu, 15 Juli 2020

[AotM]: Mendongeng Bersama Clara Ng

Halo, Penefiers!

Setelah vakum sekian lama, akhirnya Penfi kembali lagi dengan Author of the Month dan Booklicious baru, nih! Berhubung bulan ini ada Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, maka kali ini Penfi mau kenalin kalian dengan salah satu penulis buku anak kebanggaan Indonesia. Beberapa dari kalian mungkin sudah mengenal atau sekadar tahu namanya. Karyanya sangat banyak dan tidak hanya bacaan untuk anak-anak, tapi juga fiksi untuk dewasa muda. Yuk, mari kita kenalan dengan penulis yang sudah hobi baca sejak kecil ini, yaitu Clara Ng!

 



Penulis kelahiran 28 Juli 1973 ini bernama asli Clara Regina Juana. Wah, hanya selisih beberapa hari dengan Hari Anak Nasional!

Sejak kecil, Clara memang sudah gemar membaca dan apa yang dibaca pun lebih berat dari bacaan anak seusianya. Setelah menamatkan sekolah di Indonesia, Clara Ng pun melanjutkan studi Komunikasi Interpersonal di Ohio State University dan bekerja di Amerika untuk beberapa waktu. Begitu kembali ke Indonesia, Clara Ng pun sempat bekerja di perusahaan pelayaran hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti dan fokus menulis dengan menggunakan nama pena 'Clara Ng'. 

Berbicara tentang pengalaman menulis, tentu ada momen pahit dan manis. Novel pertamanya, Tujuh Musim Setahun tidak begitu laris di pasaran. Penefiers jangan khawatir, walau ada kekecewaan, tapi semangat menulisnya tetap teguh, loh! Karya berikutnya, Indiana Chronicle, mulai menaikkan nama Clara Ng di deretan nama penulis fiksi populer. Sejak saat itu, semakin banyak karyanya yang menyasar remaja dan dewasa muda.



Novelnya kerap menampilkan tokoh wanita yang mandiri dan liku kehidupan metropolitan. Tidak heran jika Clara Ng termasuk salah satu pelopor genre Metropop di Indonesia. Beberapa novelnya dikemas ulang sebagai lini Metropop Klasik salah satu penerbit. Kadang, tema novelnya cukup unik dan berani dengan eksplorasi dunia LBGT dan minoritas. Tema-tema seperti ini tentu saja membawa angin segar dan memperkaya literatur di Indonesia.

 

  

Walau banyak karyanya tertuju pada dewasa muda, Clara Ng juga rajin menulis buku anak. Buku-buku anaklah yang justru membuatnya semakin popular dan meraih penghargaan. Dia pernah mendapat tiga penghargaan Adikarya dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) selama tiga tahun berturut-turut (2006-2007) untuk kategori Buku Anak Terbaik. Potensinya sebagai penulis buku anak juga diakui oleh Komite Nasional Indonesia dan British Council. Dia terpilih menjadi salah seorang dari 12 penulis yang mewakili Indonesia di London Book Fair tahun 2019 silam.



Seperti dikutip dari islandofimagination.com, ketertarikan Clara Ng pada cerita anak timbul setelah membaca The Giving Tree karya Shel Silverstein. Menurutnya, cerita anak bergitu bersahaja, tapi banyak hal baik dan indah yang tersampaikan. Sebagai seorang ibu, dia juga sering membacakan buku cerita bergambar kepada anaknya. Kemudian, Clara Ng semakin termotivasi untuk menulis cerita anak versinya, terutama yang tertuju pada anak-anak di bawah sepuluh tahun. Hingga saat ini, sudah banyak sekali karyanya yang dapat kita temui di toko buku.

Dalam wawancara dengan whiteboardjournal.com, Clara Ng menjelaskan lebih lanjut tentang ketertarikannya pada menulis buku anak. Beberapa tahun terakhir, dia sedang fokus pada buku cerita bergambar karena buku semacam ini masih sedikit di Tanah Air. Karir menulis buku anak pun menjadi tantangan tersendiri bagi Clara Ng. Untuk menulis buku anak, harus tergantung pada usia anak yang menjadi target pembaca. Kita harus paham pada psikologis dan daya tumbuh anak, karena sisi intelektual untuk setiap level umur anak akan berbeda-beda.


Tema atau isu untuk anak pun menjadi pertimbangan tersendiri ketika menulis. Mayoritas cerita anak di Indonesia fokus pada nilai-nilai yang diajarkan dalam agama, sedangkan Clara Ng lebih banyak mengajarkan nilai-nilai yang bersifat universal—kemanusiaan. Buku anak yang ditulisnya juga tidak melulu tentang sukacita, namun juga ada dukacita, karena anak juga bisa mengalami emosi negatif. Di samping itu, Clara Ng lebih senang memberi kebebasan anak untuk menafsirkan pesan moral yang disampaikan melalui bukunya ketimbang menulis pesan tersebut secara gamblang. Berkat keunikan dan kerja keras dalam menghasilkan karya berkualitas untuk anak-anak, tidak heran bila Clara Ng menjadi penulis buku anak yang semakin popular di Tanah Air.

Wah, ternyata menulis buku anak tidak segampang yang dikira, ya! Apakah Penefiers juga tertarik untuk menulis buku anak?

Sekian Author of the Month kali ini. Bulan depan, Penfi akan kenalin lagi dengan penulis lain yang tidak kalah kece, loh!

Omong-omong, jangan lupa untuk intip buku rekomendasi Penfi di Booklicious bulan ini, ya


BUAH PENA: 

Antologi:

  •          Rahasia Bulan – Gramedia Pustaka Utama (2006)

  •          Un Soir du Paris – Gramedia Pustaka Utama (2010)

  •          Dari Datuk ke Sakura Emas – Gramedia Pustaka Utama (2011)

  •          Dunia di Dalam Mata – Motion (2013)

  •          Cerita Cinta Indonesia – Gramedia Pustaka Utama (2014)

 

Kumpulan Cerita Pendek:

  •          Malaikat Jatuh dan Cerita-cerita Lainnya – Gramedia Pustaka Utama (2008, 2017)

  •          Himne Bunga-Bunga di Ladang dan Cerita Lainnya – Gramedia Pustaka Utama (2017)

Buku Anak:

  • Berbagi Cerita, Berbagi Cinta (7 buku) – Gramedia Pustaka Utama (2006) ~ ilustrasi oleh Verdi — Edisi bilingual berjudul Stories from the Heart

o   Dari Negeri Seberang

o   Pergi ke Pantai

o   Lupi Si Pelupa

o   Hujan, Hujan, Hujan

o   Suara Apa Itu?

o   Benji Sakit Gigi

o   Gaya Rambut Pascal

  • Sejuta Warna Pelangi (9 buku) – Gramedia Pustaka Utama (2007)

o   Aku Bisa Terbang ~ ilustrasi oleh eMTe

o   Ambilkan Bulan, Yah! ~ ilustrasi oleh Maryna

o   Jangan Bilang Siapa-Siapa! ~ ilustrasi oleh Martin

o   Kapan Hujan Berhenti? ~ ilustrasi oleh Eddie

o   Mau Lagi, Lagi, Lagi! ~ ilustrasi oleh Martin

o   Melukis Cinta ~ ilustrasi oleh Maryna

o   Milo Sedang Bosan ~ ilustrasi oleh Eddie

o   Sore Super Sibuk ~ ilustrasi oleh eMTe

o   Pesta Kostum Tengah Malam ~ ilustrasi oleh Martin

  • Bagai Bumi Berhenti Berputar (5 buku) – Gramedia Pustaka Utama (2008) ~ ilustrasi oleh eMTe

o   Seribu Sahabat Selamanya

o   Yang Paling Istimewa

o   Jangan Lupa Aku Mencintaimu

o   Pohon Harapan

o   Kerlip Bintang di Langit

  • Dongeng Tujuh Menit (7 buku) – Gramedia Pustaka Utama (2009)

o   Kancil yang Baik ~ ilustrasi oleh Herlina Kartaatmadja

o   Air Mata Buaya ~ ilustrasi oleh Gina

o   Bugi Hiu Suka Senyum ~ ilustrasi oleh Cecillia Hidayat

o   Ketahuan ~ ilustrasi oleh Gina

o   Padi Merah Jambu ~ ilustrasi oleh Herlina Kartaatmadja

o   Upik Bermain Bola ~ ilustrasi oleh Ella Elviana

o   Wayang Sebelum Tidur ~ ilustrasi oleh Cecillia Hidayat

  • Princess, Bajak Laut, dan Alien – Plotpoint (2013) ~ kolaborasi dengan Icha Rahmanti 
  • Dru dan Kisah Lima Kerajaan – Gramedia Pustaka Utama (2016) ~ ilustrasi oleh Renata Owen
  • Dongeng Dialetika (6 buku) – Gramedia Pustaka Utama (2018)

o   Melilit Seperti Sulur ~ ilustrasi oleh Sekar Ayu

o   Hari Potong Rambut ~ ilustrasi oleh Alif Quita

o   Alfabet Perubahan ~ ilustrasi oleh Si Ona

o   Sehari Bersama Reni ~ ilustrasi oleh Septianie Putri

o   Berondong Jagung Sampai Negeri Kangguru ~ ilustrasi oleh Nita Darsono

o   Jika Ayah Bajak Laut dan Ibu Putri Duyung ~ ilustrasi oleh Dionesia Nadya D.

  • Angin dari Tebing (2 buku) – Gramedia Pustaka Utama (2020) ~ ilustrasi oleh Yustina Antonio


Novel Dewasa Muda:

  •          Tujuh Musim Setahun – Dewata (2002)

  •          Indiana Chronicle #1: Blues – Gramedia Pustaka Utama (2004) 

  •          The (Un)Reality Show – Gramedia Pustaka Utama (2004, 2012)

  •          Indiana Chronicle #2: Lipstick – Gramedia Pustaka Utama (2005)   

  •          Indiana Chronicle #3: Bridesmaid – Gramedia Pustaka Utama (2005)   

  •          Dimsum Terakhir – Gramedia Pustaka Utama (2006, 2012, 2019)

  •          Utukki: Sayap Para Dewa – Gramedia Pustaka Utama (2006, 2011)

  •          Tiga Venus – Gramedia Pustaka Utama (2007, 2020)

  •          Gerhana Kembar – Gramedia Pustaka Utama (2007, 2013, 2015)

  •          Tea for Two – Gramedia Pustaka Utama (2009)

  •          Jampi-jampi Varaiya #1: Jampi-jampi Varaiya – Gramedia Pustaka Utama (2009, 2013)

  •          Jampi-jampi Varaiya #2: Ramuan Drama Cinta – Gramedia Pustaka Utama (2011)

  •          Jampi-jampi Varaiya #3: Mantra Dies Irae – Gramedia Pustaka Utama (2012)

  •          Pintu Harmonika – Plotpoint (2013) ~ kolaborasi dengan Icha Rahmanti 

  •          Black Jack – Gramedia Pustaka Utama (2013) ~ kolaborasi dengan Felice Cahyadi


Nonfiksi:

  •          Rahasia Penulis Hebat: Membangun Setting Lokasi – Gramedia Pustaka Utama (2012)

  •          Merry Riana: Langkah Sejuta Suluh – Gramedia Pustaka Utama (2014)


Selasa, 01 Januari 2019

Pemenang "PNFI Reader's Choice Awards" 2018

Setelah melalui dua tahap pemilihan, akhirnya kita menemukan pemenang untuk setiap kategori dalam PNFI Awards 2018. Persaingan tahun ini cukup ketat, yuk cari tahu jagoan mana yang berhasil mendapatkan vote paling banyak dari para pembaca novel fantasi di seluruh Indonesia!


-O-O-O-

Selanjutnya untuk memuaskan rasa penasaran kalian, berikut adalah perolehan vote dari setiap nominasi dalam masing-masing kategori.
- The Trials of Apollo 3: The Burning Maze (Rick Riordan) 176 votes

- Nevermoor 1: The Trials of Morrigan Crow (Jessica Townsend) 91 votes

- The Chaos Walking 1: The Knife of Never Letting Go (Patrick Ness) 90 votes

- The Queen of Tearling 3: The Fate of The Tearling (Erika Johansen) 71 votes

- The Ascendence 3: The Shadow Throne (Jennifer A. Nielsen) 53 votes


-O-O-O-
- Caraval 2: Legendary (Stephanie Garber) 110 votes

- The Court of Thorns and Roses 2: A Court of Mist and Fury (Sarah J. Mass) 107 votes

- The Selection 4: The Heir (Kiera Cass) 102 votes

- Flame in The Mist 1: Flame in The Mist (Renee Ahdieh) 85 votes

- Winter Song 1: Winter Song (S. Jae-Jones) 77 votes


-O-O-O-
- Lockwood & Co. 5: The Empty Grave (Jonathan Stroud) 208 votes

- Miss Peregrine's Children 2: Hollow City (Ransom Riggs) 117 votes

- Afterworlds 1: Afterworlds (Scott Westerfeld) 83 votes

- The Motion of Puppets (Keith Donohue) 73 votes


-O-O-O-
- Ready Player One 1: Ready Player One (Ernest Cline) 122 votes

- The Hungry City Chronicles 1: Mortal Engines (Philip Reeve) 115 votes

- Red Rising 2: Golden Son (Pierce Brown) 97 votes

- Warcross 1: Warcross (Marie Lu) 97 votes

- The Southern Reach 1: Annihilation (Jeff VanderMeer) 50 votes


-O-O-O-
- The Hungry City Chronicles 1: Mortal Engines (Philip Reeve) 153 votes

- Ready Player One 1: Ready Player One (Ernest Cline) 141 votes

- Red Rising 3: Morning Star (Pierce Brown) 123 votes

- Unwind 3: Unsouled (Neal Shusterman) 64 votes

-O-O-O-
- Penjelajah Antariksa 7: Planet Biru (Djokolelono) 113 votes

- Dharitri (Nellaneva) 110 votes

- Bumi 5: Komet (Tere Liye) 103 votes

- Tiga Dunia 1: Si Pencuri (Rama Nugraha) 59 votes

- Karung Nyawa (Haditha) 57 votes

- Legacy (Pratiwi Mayasari) 40 votes

-O-O-O-
- Penjelajah Antariksa 7: Planet Bumi (Djokolelono) 157 votes

- Noir 2: Tale of Black and White (Renita Nozaria) 101 votes

- Tiga Dunia 1: Si Pencuri (Rama Nugraha) 97 votes

- Bumi 5: Komet (Tere Liye) 60 votes

- Karung Nyawa (Haditha) 34 votes

- Tapak Setan (Haditha) 32 votes

-O-O-O-
- The Ascendence 3: The Shadow Throne (Jennifer A. Nielsen) 127 votes

- The Bartimaeus 2: The Golem's Eye (Jonathan Stroud) 108 votes

- Ready Player One 1: Ready Player One (Ernest Cline) 102 votes

- Red Rising 2: Golden Son (Pierce Brown) 74 votes

- Lockwood & Co. 5: The Empty Grave (Jonathan Stroud) 70 votes

-O-O-O-
- Bumi Series (Tere Liye) 135 votes

- Lockwood & Co. Series (Jonathan Stroud) 132 votes

- Red Rising Series (Pierce Brown) 104 votes

- The Hungry City Chronicles (Philip Reeve) 56 votes

- Alcatraz VS The Evil Librarians (Brandon Sanderson) 54 votes

-O-O-O-
- Tere Liye 142 votes

- Jonathan Stroud 128 votes

- Pierce Brown 90 votes

- Brandon Sanderson 65 votes

- Jennifer A. Nielsen 57 votes

-O-O-O-
- Dyah Agustine (Penyunting) 139 votes

- Poppy D. Chusfani (Penerjemah) 131 votes

- Dina Begum (Penerjemah) 72 votes

- Dini Pandia (Penyunting) 70 votes

- Nadya Andwiani (Penerjemah) 69 votes

-O-O-O-

- Puerro: Penyihir Terakhir (Wulan Benito Bonita) 145 votes

- Everna Saga: Naga Hijau (Andry Chang) 80 votes

- Remini Scentiam (Phillia Fate) 74 votes

- Everna Saga: Topeng Emas (Andry Chang) 74 votes

- Dragana (Jufan Rizky) 66 votes

- The Golden Catalyst (Stefani Jovita) 42 votes

-O-O-O-
- The Maze Runner 3: The Death Cure (James Dashner) 108 votes

- Ready Player One 1: Ready Player One (Ernest Cline) 101 votes

- The Hungry City Chronicles 1: Mortal Engines (Philip Reeve) 68 votes

- [The Tale of] Peter Rabbit (Beatrix Potter) 38 votes

- The Darkest Minds 1: The Darkest Minds (Alexandra Bracken) 38 votes

- The Southern Reach 1: Annihilation (Jeff VanderMeer) 37 votes

- A Wrinkle in Time (Madeleine L'Engle) 32 votes

- Goosebumps 2: Haunted Halloween (R.L. Stine) 30 votes

- [The Jungle Book] Mowgli (Rudyard Kipling) 30 votes

Rabu, 31 Oktober 2018

[RIP] Jin Yong




Hai rekan-rekan penggemar kisah fantasi, kali ini Penfi akan mengajak semuanya untuk menilik profil Jin Yong, penulis karya fantasi genre wuxia (武侠 - martial heroes) yang berpulang pada 30 Oktober 2018 lalu di usia 94 tahun karena sakit berkepanjangan.

Jin Yong (金庸) yang memiliki nama asli Louis Cha (查良鏞), adalah seorang penulis terkenal asal Hong Kong. Beliaulah penulis legendaris di balik karya fenomenal seperti Pendekar Hina Kelana, Pedang Ular Emas, dan trilogi Pemanah Rajawali. Yakin deh, pasti generasi Indonesia era 80-an dan 90-an pernah nonton atau baca karya Jin Yong.


Senin, 30 Juli 2018

[AUTHOR] Roald Dahl Master of Story-teller


Kalian tentu sudah tidak asing lagi dengan nama besar Roald Dahl, bapak buku anak-anak dengan tokoh-tokoh ikon seperti Willy Wonka, BFG, dan Matilda. Sekarang, mari mengenal lebih dekat, orang macam apa yang menulis buku-buku lucu tersebut.


Selasa, 24 Juli 2018

[Booklicious] The Land of Sweets

Demi memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli, Penfi menghadirkan buku-buku manis penuh gula ini yang cocok untuk kalian tanpa harus bikin gigi berlubang hehehe...