[ULASAN] The Runaway King (The Ascendance Trilogy #2)



Cover Indonesia

Pengarang : Jennifer A. Nielsen
Judul : The Runaway King (Raja yang Minggat)
Seri : The Ascendance Trilogy (Takhta)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Edisi : Soft Cover
ISBN : 6020304841
ISBN-13 : 9786020304847
Tanggal terbit : 9 Juni 2014
Bahasa : Indonesia

Sinopsis Buku:
Lanjutan The False Prince (Pangeran Palsu)

Kerajaan yang nyaris hancur. Raja yang hilang. Siapa yang akan bertahan?

Beberapa minggu setelah Jaron naik takhta, ada yang berusaha membunuhnya. Desas-desus bahwa sebentar lagi pecah perang pun merebak di balik dinding-dinding istana, dan Jaron merasa suasana di Carthya makin lama makin tegang. Dalam waktu singkat, ia sadar bahwa kepergiannya dari Carthya mungkin merupakan satu-satunya cara untuk menyelamatkan kerajaan itu.

Namun, Jaron kemudian bertanya-tanya apakah tindakannya tidak terlalu jauh. Akankah ia bisa pulang lagi? Atau apakah ia harus mengorbankan nyawa demi menyelamatkan kerajaannya?

***

"Petualangan seru dengan drama mencekam."- KIRKUS

Greets!!!


JANGAN DITEKAN APABILA ANDA BELUM MEMBACA BUKU INI!!!

Jennifer A. Nielsen masih mempertahankan gaya berceritanya yang cepat. Meskipun itu berarti dia harus mengorbankan detil pada tulisannya. Tidak adanya perkembangan dalam penggambaran dunia yang berarti dalam buku ini menjadi poin minus untuk buku ini, meskipun hal itu tidak menjadikan buku ini membosankan untuk diikuti dikarenakan banyak aspek lain yang lebih menonjol untuk menutupi kekurangan itu.

Nilai tambah untuk buku ini adalah konflik yang terjadi diantara Jaron dengan Roden, Carthya dengan pihak lain dan dengan cara penyampaian yang lugas dan tidak bertele-tele. Buku ini membuat kita tidak sabar untuk menyelesaikan halaman demi halaman yang ada. Tapi meskipun begitu, konflik bukanlah satu-satunya hal yang membuat buku ini menarik. Perkembangan hubungan antara satu karakter dengan yang lain pun cukup menarik untuk diikuti entah itu roman antara Jaron dan Imogen, persahabatan antara Jaron, Tobias dan Roden atau hubungan seperti layaknya orang tua dan anak antara Jaron dan Mott atau dan bahkan Harlowe (karakter baru dalam buku ini). Semuanya dikemas dengan caranya sendiri hingga bisa membuat buku ini menjadi lebih berwarna.

Penambahan karakter baru yang menjadi udara segar yang saya yakin membawa nuansa baru pada buku ini menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi kisah roman yang berjalan seiring waktu antara dua karakter yang ada atau lebih (if you know what i mean), meskipun terkesan bagai roman murahan tetap menunjukkan daya tarik tersendiri (meskipun saya pribadi lebih tertarik dengan konflik dan perjuangannya).

Konflik yang terjadi sebenarnya sederhana, tentang pengkhianatan dan peperangan akan tetapi jalan cerita dan penulisannya yang bisa saya rasakan emosi penulis yang dituangkan dalam buku ini membuat buku ini layak untuk diikuti. Apalagi akhir buku ini ditutup oleh penulis dengan cerita yang menguras emosi dan perasaan dan membelokkan hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya (meskipun jika saya sudah menduganya, tetap saja penulis akan berhasil mempermainkan emosi saya).

Terlepas dari permasalahan typo yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah buku terjemahan (jujur saja masih jarang buku yang benar-benar bebas typo diantara buku-buku yang sudah saya baca), permulaan buku ini terasa membosankan meskipun diawali dengan aksi berkelahi antara Jason dan Roden. Akan tetapi setelah menyelesaikan setengah buku bagian pertama, buku ini terasa sayang untuk dilepaskan sehingga membuat saya harus segera menyelesaikannya.

Mengenai Cover buku ini, jujur saya agak kecewa karena terkesan lepas dari buku sebelumnya yang kemudian menjadikan saya penasaran kenapa pihak penerbit tidak membuat cover yang sejenis dengan buku pertamanya. Toh, sama-sama buatan sendiri.

Tapi...tetap satu pesan saya. Read by yourself then judge it by yourself.

The Runaway King @wikipedia
The Runaway King @Author's Official Website
The Runaway King @goodreads





The Ascendance Trilogy

Komentar